Thursday, May 12, 2005

Sekolah Saja Tak Pernah Cukup

Andreas Harefa : " ..., apakah ruginya negeri ini jika semua sekolah dan universitas, sebagaimana yang kita kenal selama ini, dibubarkan saja..."

Di antara beberapa buku karangan Andrias Harefa, sepertinya judul buku inilah yang paling menantang dunia pendidikan alias dunia persekolahan. Meskipun tidak sepedas kritik Sekolah itu Candu milik Piliang, atau Orang Miskin Dilarang Sekolah karangan Eko Prasetyo, dalam buku ini pengarang mencoba mengajukan argumentasi mengapa sekolah ada, adanya ‘misi terselubung’ sekolah dan akhirnya mengapa lembaga persekolahan sebagaimana yang kita kenal selama ini perlu dipertimbangkan untuk dibubarkan.

Buku ‘Sekolah Saja Tak Pernah Cukup’ semakin tajam menegaskan pendapat Andrias yang disampaikan dalam buku sebelumnya ‘Mutiara Pembelajar’ bahwa proses belajar tidak cuma berlaku saat proses mengajarnya guru di sekolah. Ada banyak hal lain yang wajib dipelajari dan itu tidak dapat atau tidak pernah diajarkan di sekolah. Ia memang mengaku peminat konsep-konsep baru pendidikan seperti unschooling, deschooling, homeschooling, individual learning, team learning, corporat learning dan community-base learning.

Di awal bab buku ini langsung dibuka dengan naskah teks asli dari Lawrence Ellison CEO dari perusahaan raksasa komputer ORACLE, orang terkaya kedua sedunia, saat menyampaikan pidato wisuda di Yale University. Ia menyampaikan kalau mereka yang diwisuda kali ini adalah calon pecundang. Calon pegawai tetapi bukan calon pemimpin bisnis masa depan. Mereka yang masih kuliah keluar saja...

Kemudian mengalir kritikan tajam yang disampaikan Robert Kiyosaki yang pernah mengarang ‘If You want to be rich and Happy... Don't go to school’ yang kemudian menerbitkan beberapa buku serial ’Rich Dad Poor Dad’ yang menjadi best seller dunia. Simak saja bantahan canggih dibuku ini menanggapi pendapat mayoritas orang tua seperti: "Belajarlah yang rajin dan dapatkan ranking atau indek prestasi yang tinggi di sekolah lalu kamu akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi di perusahaan bonafid."
Andrias mencoba mementahkan pendapat umum masyarakat Indonesia itu dengan pengambil pelajaran dari Rich Dad, Poor Dad dari buku Robert Kiyosaki dimana Rich Dad-nya Kiyosaki yang SMA saja tidak lulus tetapi kaya raya ternyata lebih mempesonakan dari pada Poor Dad yang meskipun bergelar Doktor tetapi tidak mandiri, sering mengeluh soal rendahnya kesejahteraan dan banyak hutang, karena menurut Kiyosaki tidak cerdas secara finansial.

Lantas apakah kekayaan adalah satu-satunya tujuan hidup sehingga wajib dikejar kalau perlu dengan mengorbankan sekolah? Tanpa terjebak pada materialisme buta yang mendewakan kekayaan adalah satu-satunya parameter kesuksesan, Andrias mencoba sedikit mengkoreksi Kiyosaki dengan pendapat lebih bijak yaitu bahwa masih banyak nilai-nilai luhur lain yang layak menjadi barometer kesuksesan seseorang. Tapi ia setuju bahwa kemandirian yang mendukung integritas diri menjadi sesuatu yang penting sehingga layaklah ajaran kemadirian finansial Kiyosaki menjadi solusi penting di tengah-tengah situasi ekonomi Indonesia yang masih terpuruk. Baik Kiyosaki dan Andrias keduanya menekankan bahwa belajar dan pendidikan itu sangat penting untuk meraih kesuksesan tapi mengandalkan sekolah saja tidaklah pernah cukup.

Selain kutipan langsung pidato Lawrence Ellison saat wisuda sarjana Yale University, dalam buku ini juga ada kutipan langsung beberapa artikel Nurcolis Majid sang Guru Bangsa untuk menjadi renungan alternatif proses pembelajaran. Pada bab enam, Andrias menguraikan gagasannya bahwa sekolah tidaklah merupakan lembaga pendidikan tapi lebih sebagai lembaga pengajaran. Karena pendidikan efektif jika dilakukan secara informal maka mengharapkan lembaga formal sekolah untuk mendidik seseorang hanya akan berakhir kefrustasian. Buktinya bahwa banyak sekolah yang menghindar dari tanggung jawab atas terjadinya tawuran siswanya dengan alasan bahwa sekolah tidak mampu menjamin moral siswanya tanpa lingkungan pergaulan yang baik di luar sekolah.

Terakhir buku ini menawarkan beberapa ‘alamat’ lain sehingga kita dapat mencari ide dan gagasan menarik seputar dunia pembelajaran dari komunitas pembelajar di situs www.pembelajar.com.
Semoga kita tidak hanya mengandalkan ijasah sekolah yang telah kita raih tapi bisa belajar lebih lanjut di mana saja dan kapan saja.

Resensi by: Aris Hanafiyah, ST

1 comment:

bocahcilix said...

mas saya minta batuanya....
gma caranya meletakan google search pada blog kita??? saya kok berhasil2