Wednesday, March 25, 2009

Tahun sibuk keluarga kami

My beloved Family


Tahun ini usiaku 38. Tahun ini tahun sibuk. Tahun belajar dan peningkatan. Aku kuliah di Pasca UMS. Alif masuk SDIT Nur Hidayah. Aisya daftar playgroup TKIT Bintangku. Istri hamil dah jalan 5 bulan. Berarti 4 bulan lagi kami tambah anggota keluarga (semoga jadi anak sholeh kami). Tahun ini kami mengajukan KPR BTN syariah. Syarat-syaratnya banyak agar dapat subsidi. Ibunda beliin mobil dan kami ikut urunan. Wah... Jangan tanya berapa total dana yg terlibat, hampir-hampir aku tak percaya kami bisa melalui semua itu.

Do'akan kami yaa... Semoga Allah memudahkan segala urusan kami... Amiien.

Labels:

Read More...

Saturday, January 24, 2009

Filosofi Tembang Lir Ilir

Sawah

Tembang syarat makna berikut ini konon gubahan Sunan Kalijogo, Wali Songo yang paling tinggi jiwa seninya. Syair ini sering ditembangkan di pesantren salaf. Kadang diselang - seling dengan sholawat nabi dengan intonasi dan alunan nada yang sama. Syair ini maknanya tinggi dengan alunan syair yang menentramkan hati.

Lir-ilir, lir-ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo

Terjemahan bahasa Indonesia dari syair diatas kira-kira adalah demikian:
Ayo bangun (dari tidur), tanam-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau terlihat bagaikan pengantin baru
Wahai gembala, ambillah buah blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang telah koyak sisihkanlah
Jahit dan benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung sedang terang bulan, mumpung sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Hijau adalah warna perlambang agama Islam yang saat itu kemunculannya bagaikan pengantin baru dan sangat menarik hati. Hijau juga berarti pertumbuhan dan kemudaan.
Syair di atas tidak menuliskan: “Wahai Raja”, "Ulama, Ulama", "Pak Jendral, Pak Jendral", "Intelektual, Intelektual" atau apapun lainnya, melainkan "Bocah Angon, Bocah Angon...". Ini menunjukkan bahwa syair ini ditujukan juga bagi wong cilik, orang kebanyakan. Karena sesungguhnya orang kebanyakan pun mempunyai tanggungjawab atau amanah sendiri-sendiri. Kullukum roin wa kullukum mas’ulum ‘an roiyatih. Ro’in sendiri dalam bahasa arab biasa diartikan sebagai gembala. Masa kecil Rasullah juga seorang gembala. Orang kecil yang mempunyai amanah yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

Harus dipanjat dengan hati-hati untuk memperoleh buahnya, bukan ditebang, dirobohkan dan diperebutkan. Ini menjaga kelangsungan dari berkah sang pohon blimbing agar tetap bisa memberikan buahnya di masa yang akan datang.

Air perasan blimbing jaman dahulu biasa digunakan ibu-ibu untuk mencuci pakaian yang kotornya berlebihan. Karena mengandung sifat asam kuat maka baju yang dicuci dengan air blimbing dapat menjadi bersih kembali seperti baru.

Dodot adalah jenis pakaian tradisional Jawa yang sering dipakai pembesar jaman dulu. Bagi masyarakat Jawa, agama adalah ibarat pakaian, maka dodot dipakai sebagai lambang agama atau kepercayaan. Pakaian juga berarti perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan jiwa adalah perhiasan takwa. (fa ta zawwaduu fa inna khoiro zaadi taqwa). Pakaian adalah akhlak, pegangan nilai, landasan moral dan sistem nilai. Pakaian adalah rasa malu, harga diri, kepribadian, tanggung jawab.

Pakaianmu, (yaitu) agamamu atau akhlakmu sudah rusak maka jahitlah (perbaiki). Rusak di pinggir-pinggir artinya bukan rusak total tetapi kurang sempurna. Jadi syair ini menuntun kita untuk menyempurnakan agama dengan keimanan dan ketakwaan yang sempurna pula. Udkhuluu fi silmi kaaffah. Jika engkau melanggar atau mengkhianati amanat, tugas dan fungsimu, maka sesungguhnya engkau sedang menelanjangi dirimu sendiri. Menghinakan diri sendiri.

Pakaian yang robek-robek ini perlu diperbaiki sebagai bekal menghadap Robbmu yang Maha sempurna. Maka dondomono, jlumatono, jahitlah robekan-robekan itu, utuhkan kembali, tegakkan harkat yang selama compang-camping oleh maksiat yang masih dilakukan. Selagi ada cahaya terang yang menuntunmu, selagi masih hidup dan masih ada kesempatan bertobat. Bersemangat dan optimislah. Selagi hidayah Allah masih bisa diraih. Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari Alloh.

Tugas Kuliah Pasca Pak Sabar Narimo

Labels: ,

Read More...

Thursday, March 20, 2008

Paku yg Melukai Hati




Pernah ada seorang anak lelaki berwatak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku. Pesannya, "Pakulah batang pohon besar yang tumbuh di pekarangan itu, satu batang paku setiap kali emosimu memuncak atau berselisih paham dengan orang lain".

Hari pertama dia menancapkan 27 paku pada pokok pohon. Suara palunya terdengar sangat keras bertalu-talu. Ia berselisih hampir dengan semua orang yg ditemuinya. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia menyadari bahwa lebih gampang menahan diri daripada menancapkan paku pada batang pohon kayu.

Baca kisah selengkapnya...

Labels:

Read More...

Tuesday, January 29, 2008

Demokrasi Parlemen = Medan Perang Jihad Terkini di Indonesia

Demokrasi parlemen seperti medan perang. Pemenang perang bukanlah mereka yang paling benar. Bisa jadi mereka yang batil bisa menang. Karena dalam medan perang maka mereka yang paling siap dengan pasukan dan strategi perang serta benar-benar berjuang secara sungguh-sungguh yang akan menang. Sehingga tidak kemudian karena kalah perang maka umat Islam berarti salah dan batil. Juga tidaklah karena sering kalah maka kewajiban berperang (jihad) menjadi haram. Kewajiban jihad tetap ada meskipun umat Islam kalah di medan jihad.

Demikian pula demokrasi dengan medan tempurnya adalah parlemen. Perjuangan menegakkan syariat Islam juga harus ada di sana. Jika tidak ada pejuang Islam di parlemen maka hukum Islam akan disingkirkan. Penguasa dholim enak saja mengesahkan prostitusi dan terus korupsi dengan aman. Bahwa sering kalah dalam voting (di parlemen) bukanlah menjadi alasan bahwa dakwah di parlemen menjadi haram.

Janganlah menghujat mereka (anggota parlemen) yang telah berjuang (dan kalah) waktu berdakwah di parlemen lewat partai Islam. Kenyataannya demokrasi adalah metoda atau cara yang saat ini ada dan bisa dipakai (available) untuk memperjuangkan Islam. Inilah medan jidah terkini di Indonesia untuk menegakkan syariah Islam. Jika ada cara lain (misalnya revolusi) dan bisa dilakukan (kondisi mayarakat mendukung) maka bolehlah (bahkan wajib) meninggalkan cara demokrasi. Ini sama dengan meninggalkan medan perang yang satu karena strategi (misalnya agar memenangkan di medan perjuangan yang lain) bukan karena pengecut lari dari medan jihad.

Jangan keburu melabeli demokrasi sebagai sistem haram. Ini sama dengan melabeli semua Pak Lurah dan Pak Camat (yang dihasilkan dari pemilihan = demokrasi) sebagai Thogut. Semantiknya (Lurah dan Camat) memang tak ada dalam sunnah (seperti juga demokrasi parlemen). Tapi realitasnya ia ada di sistem pemerintahan di Indonesia saat ini. Jika Lurah atau Camat berusaha menegakkan syariat Islam maka ia bukan thogut dan wajib didukung. Umat Islam mestinya berjuang agar seluruh Lurah dan Camat di lingkungan masing-masing berasal dari umat Islam dan berjuang untuk menegakkan syariat Islam. Jangan malah lari dari pemerintahan (tidak ikut memilih atau mencalonnkan diri) dan cuma berkoar-koar di masjid. Untuk itu ya pasti masuk dalam sistem pemerintahan daerah. Ikut pilihan Lurah dan Camat (meskipun mungkin hasilnya kalah). Jika ada kesempatan dan kekuasaan (karena jadi Lurah atau Camat) sehingga bisa merubah atau membuat undang-undang dan peraturan maka gunakan untuk menegakkan syariat bukan menghalangiya. Bahkan jika suatu saat nanti sistem pemerintahannya bisa diubah (secara bertahap namun pasti) sehingga sesuai dengan sunnah nabi menjadi daulah Islam maka gunakan kesempatan itu, mengapa tidak.

Baca lebih lanjut tentang demokrasi di demokrasi.tk

Labels:

Read More...

Wednesday, January 23, 2008

Keindahan Untukmu Rabbi

AswitLovers
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya Rabbi....

Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian Rabbi...

Kutitipkan cintaku pada-MU
untuknya resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya dalam cinta-MU
sebab,
sungguh aku mencintainya karena-MU...

Labels:

Read More...