Wednesday, May 16, 2007

Pimpinan Pondok Assalaam


Telah lewat masa yg cukup panjang sejarah Assalaam dituliskan. Sejak berdiri tahun 1985 sampai 2007 berarti sudah 22 tahun Assalaam berdiri. Sepanjang perjalanannya Assalaam sudah berganti Pimpinan

KH Dalhari Nuryanto 1985-1987
KH Djamaluddin Abu Amar 1987 - 1990
KH Khozin Shiddiq 1990 – 1993
KH Djamaluddin Abu Amar 1993 – 1995
KH Khozin Shiddiq 1995 - 2000
H Ahmad Samsyuri MM 2000 – 2002
KH Khozin Shiddiq 2002 - 2003
H Ahmad Baidjuri 2003 - 2004
DR H Muinuddinillah MA 2004 – 2007

Tidak hanya struktur organisasi yang berubah saat pergantian pimpinan, namun bentuk organisasi pucuk pimpinan pun sempat berubah. Bahkan istilah pimpinan pun juga berbeda-beda.

- Pimpinan Pondok dengan dua Pembantu Pimpinan
- Pimpinan Pondok dengan satu Wakil Pimpinan
- Pimpinan Pondok dengan dua Wakil Pimpinan
- Tiga Serangkai Direktur dengan Direktur Pondok didampingi Pimpinan Pondok Putra dan Pimpinan Pondok Putri
- Mudir Ma’had dengan dua Wakil Mudir, Bidang Administrasi dan Keuangan serta Bidang Pendidikan dan Kesantrian
- Mudir Ma’had dengan satu Wakil Mudir

Tentu Daftar nama Wakil Pimpinan atau Pembantu Pimpinan Pondok lebih panjang. Apa lagi jika Sekretaris Pondok juga dihitung. Dalam perjalanannya ada beberapa Pimpinan Pondok mengganti Wakil atau Pembantunya saat periode kepemimpinan. Di antaranya ada yang mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir (Ust H Wiranto).

Menurut catatan tak ada Pimpinan Pondok yg mengundurkan diri di tengah masa jabatan. Yang ada diganti setelah masa jabatan berakhir. Tapi yang paling sering adalah diganti sebelum masa jabatan berakhir. Dengan kata lain dicopot di tengah jalan.

Masa jabatan terpanjang adalah KH Khozin Shiddiq. Beliau juga pernah menjabat beberapa periode kembali setelah diganti.Hanya KH Djamaluddin Abu Amar almarhum mantan Pimpinan Pondok yg meninggal saat menjabat karena sudah sepuh. Artinya semua mantan pimpinan pondok masih hidup dan menyaksikan silih bergantinya pimpinan pondok.

Di samping Pimpinan Pondok ada lembaga yg disebut Dewan Kyai
Dulunya sih hanya Kyai Pondok saja karena cuma seorang yaitu KH Djamaluddin. Tapi setelah banyak sesepuh pondok maka kemudian dihimpun dalam Dewan Kyai.
Ketua Dewan Kyai kedudukanya sejajar dengan Pimpinan Pondok tapi tidak ada garis komando organisasi. Karena sejajar Dewan kyai lebih difungisikan sebagai penasehat pimpinan pondok. Kemudian pernah pimpinan pondok otomatis sekaligus menjabat ketua dewan kyai.

Pimpinan Pondok terakhir adalah Ust DR H Muinudinillah Basri MA didampingi Wakil Mudir Ust Kadarusman MAg. Beliau diberhentikan dari mudir sebelum genap tiga tahun menjabat. Otomatis Ust Kadarusman kemudian menjadi Pjs Mudir Ma'had sebelum ada penetapan baru dari Yayasan.

Memilih pimpinan pondok Assalaam sangat sulit. Kriterianya dipatok sangat tinggi. Tidak sembarang orang bisa jadi pimpinan. Selain karakter kuat dan performa meyakinkan juga harus punya sesuatu yg dapat diandalkan sehingga Yayasan pantas memilihnya. Background keluarga Yayasan juga mewarnai terpilihnya pimpinan pondok. Calon yg punya ide bersebrangan atau vokal terhadap Yayasan jelas akan disingkirkan.

Sulitnya memilih pimpinan juga menjadikan pergantian Pimpinan pondok tidak pernah mudah. Yayasan harus mengunakan alasan yg sangat kuat untuk mengganti pimpinan pondok. Alasan kuat ini kadang-kadang kesannya dicari-cari atau dipaksakan. Sering akhirnya fitnah yg tersebar karena tak ada pembuktian atas kesalahan atau kekurangan pimpinan pondok. Apalagi rapat pergantian pimpinan pondok selalu dilaksanakan tertutup. Hasil rapat yg berupa pencopotan juga tidak dikomunikasikan dengan cukup jelas. Hanya dugaan atau fitnah yg sering beredar kencang di kalangan bawah. Setiap kali pergantian pimpinan banyak beredar dugaan alasan pencopotan sesanter alasan seharusnya dipertahankan.

Meskipun yayasan memberikan alasan normatif atas digantinya Pimpinan Pondok sayangnya tak ada penjelasan yg memadai untuk memuaskan rasa keingintahuan alasan sebenarnya mengapa pimpinan pondok diganti atau dicopot. Tak ada dialog atau tanya jawab penyerapan aspirasi terbuka. Kenapa demikian, hanya Yayasan yang paling berhak menjawabnya.

5 comments:

Anonymous said...

Assalamu'alaykum
Afwan sebelumnya,saya tidak sengaja browsing ..kok ndilalah ketemu webblog ini,saya mau nanya,apa ini mas aris hanafiyah alumni TF ITS 91?
Kalo ya,salam jumpa lagi,saya adik kelas njenengan,isti,TF 92.Kok beda ama yang lain yang pada kerja di industri or jadi dosen,mas aris malah di ponpes assalam? Ada yang jadi missi tentunya ya? kebetulan adik keponakan saya mondok di assalam juga...

Aris Hanafi said...

Wa'alaikum salaam... Isti

Saya memang Aris Hanafiyah alumni Tekfis ITS Angkatan 91. Alhamdulillah bisa jalin silaturahmi meski lewat dunia maya. Sayangnya Isti tidak kasih alamat balik.

Kalau ada sanak saudara yg mondok di Assalaam bisa diinformasikan kepada saya setidaknya nama dan kelas. Mungkin ada yg bisa saya bantu.

Sukron.

Anonymous said...

Ustd, menurut saya yayasan dari dulu memang begitu di tahun 1995 juga begitu, ya semoga bukan santri yg jadi korban, atau malah santri yg dijadikan alat untuk sebuah perubahan agar luka lama tidak terulang.... Amien imsak_s@yahoo.co.id

adistyapratiwi said...

Assalaamualaikum..
trus, mudir ma'had yang sekarang siapa, ustadz?
KEnalkan, saya adistya, alumni assalaam angkatan 2004.
Mantan Ketua Perkisa..seangkatan sama Soya sobaya..
Hayo masih inget, nggak?
Salam buat ustadzah aswit..
Jadi inget kura-kura..he3x..

Aris Hanafi said...

Mudir sekarang Ust H Ma'ruf Rohmat. Beliau menjabat sejak 2007 sampai sekarang.
Adisyapratiwi sekarang studi di mana?