Showing posts with label Assalaam. Show all posts
Showing posts with label Assalaam. Show all posts

Tuesday, January 01, 2008

Dituakan

Foto pernikahan Ust Mahyani dan Dewi
Pernikahan Ust Mahyani Devi Yumandera dan Dewi Sriyanti


Anak saya baru dua: Alif 4 tahun yg baru saja kena cacar air dan adiknya Aisya yg ketularan setelah kakaknya sembuh. Keduanya cesar alias anak mahal. Semoga jadi anak sholeh dan sholihah. Mestinya kami masih keluarga muda, tapi saya dan istri sudah seperti jadi orang tua. Bukan karena Alif sudah dikhitan umur 2 tahun tapi kami sudah beberapa kali mantu. Lho..? Bukan anak sendiri tapi kami dianggap sebagai orang tua dalam urusan pernikahan.

Menjadi 'orang tua' atau yg 'dituakan' itu ternyata tidak gampang. Kejadian ini saya alami saat saya dan istri dimintai tolong untuk urusan pernikahan. Dari mencarikan jodoh, memfasilitasi taaruf pasangan, meminang calon pengantin putri, menjadi saksi pernikahan bahkan sampai menjadi wali pernikahan. Beberapa di antaranya sukses mendapatkan pendamping hidup dan menikah. Duh senang rasanya bisa ikut membantu. Beberapa di antaranya masih masuk daftar tunggu. Wah... siapa ya jodohnya...

Kalau sukses insya Allah kami berharap dibangunkan rumah di syurga (Alluhumma amin). Tapi kalau sampai rumah tangga pasangan yg kita jodohkan itu gagal. Wah.. saya kok takut ikut menanggung kesalahan karena ikut menjodohkannya. Kami harus ekstra hati-hati dalam menjalankan amanah yg satu ini.

Hanya selalu kami iringi doa tulus untuk para pengantin kami "Barokaallaahu lakuma ba warokaallahu 'alaikuma wa jama'a kuma fi khoir".

Pernikahan Reza Akbar dan Ermawati
Pernikahan Reza Akbar dan Mei Tri Ermawati. Menjadi wakil orang tua Reza yang tdk bisa datang dari Aceh
Jadi walinya Reza karena ortunya tidak bisa datang dari Aceh

Wednesday, May 16, 2007

Pimpinan Pondok Assalaam


Telah lewat masa yg cukup panjang sejarah Assalaam dituliskan. Sejak berdiri tahun 1985 sampai 2007 berarti sudah 22 tahun Assalaam berdiri. Sepanjang perjalanannya Assalaam sudah berganti Pimpinan

KH Dalhari Nuryanto 1985-1987
KH Djamaluddin Abu Amar 1987 - 1990
KH Khozin Shiddiq 1990 – 1993
KH Djamaluddin Abu Amar 1993 – 1995
KH Khozin Shiddiq 1995 - 2000
H Ahmad Samsyuri MM 2000 – 2002
KH Khozin Shiddiq 2002 - 2003
H Ahmad Baidjuri 2003 - 2004
DR H Muinuddinillah MA 2004 – 2007

Tidak hanya struktur organisasi yang berubah saat pergantian pimpinan, namun bentuk organisasi pucuk pimpinan pun sempat berubah. Bahkan istilah pimpinan pun juga berbeda-beda.

- Pimpinan Pondok dengan dua Pembantu Pimpinan
- Pimpinan Pondok dengan satu Wakil Pimpinan
- Pimpinan Pondok dengan dua Wakil Pimpinan
- Tiga Serangkai Direktur dengan Direktur Pondok didampingi Pimpinan Pondok Putra dan Pimpinan Pondok Putri
- Mudir Ma’had dengan dua Wakil Mudir, Bidang Administrasi dan Keuangan serta Bidang Pendidikan dan Kesantrian
- Mudir Ma’had dengan satu Wakil Mudir

Tentu Daftar nama Wakil Pimpinan atau Pembantu Pimpinan Pondok lebih panjang. Apa lagi jika Sekretaris Pondok juga dihitung. Dalam perjalanannya ada beberapa Pimpinan Pondok mengganti Wakil atau Pembantunya saat periode kepemimpinan. Di antaranya ada yang mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir (Ust H Wiranto).

Menurut catatan tak ada Pimpinan Pondok yg mengundurkan diri di tengah masa jabatan. Yang ada diganti setelah masa jabatan berakhir. Tapi yang paling sering adalah diganti sebelum masa jabatan berakhir. Dengan kata lain dicopot di tengah jalan.

Masa jabatan terpanjang adalah KH Khozin Shiddiq. Beliau juga pernah menjabat beberapa periode kembali setelah diganti.Hanya KH Djamaluddin Abu Amar almarhum mantan Pimpinan Pondok yg meninggal saat menjabat karena sudah sepuh. Artinya semua mantan pimpinan pondok masih hidup dan menyaksikan silih bergantinya pimpinan pondok.

Di samping Pimpinan Pondok ada lembaga yg disebut Dewan Kyai
Dulunya sih hanya Kyai Pondok saja karena cuma seorang yaitu KH Djamaluddin. Tapi setelah banyak sesepuh pondok maka kemudian dihimpun dalam Dewan Kyai.
Ketua Dewan Kyai kedudukanya sejajar dengan Pimpinan Pondok tapi tidak ada garis komando organisasi. Karena sejajar Dewan kyai lebih difungisikan sebagai penasehat pimpinan pondok. Kemudian pernah pimpinan pondok otomatis sekaligus menjabat ketua dewan kyai.

Pimpinan Pondok terakhir adalah Ust DR H Muinudinillah Basri MA didampingi Wakil Mudir Ust Kadarusman MAg. Beliau diberhentikan dari mudir sebelum genap tiga tahun menjabat. Otomatis Ust Kadarusman kemudian menjadi Pjs Mudir Ma'had sebelum ada penetapan baru dari Yayasan.

Memilih pimpinan pondok Assalaam sangat sulit. Kriterianya dipatok sangat tinggi. Tidak sembarang orang bisa jadi pimpinan. Selain karakter kuat dan performa meyakinkan juga harus punya sesuatu yg dapat diandalkan sehingga Yayasan pantas memilihnya. Background keluarga Yayasan juga mewarnai terpilihnya pimpinan pondok. Calon yg punya ide bersebrangan atau vokal terhadap Yayasan jelas akan disingkirkan.

Sulitnya memilih pimpinan juga menjadikan pergantian Pimpinan pondok tidak pernah mudah. Yayasan harus mengunakan alasan yg sangat kuat untuk mengganti pimpinan pondok. Alasan kuat ini kadang-kadang kesannya dicari-cari atau dipaksakan. Sering akhirnya fitnah yg tersebar karena tak ada pembuktian atas kesalahan atau kekurangan pimpinan pondok. Apalagi rapat pergantian pimpinan pondok selalu dilaksanakan tertutup. Hasil rapat yg berupa pencopotan juga tidak dikomunikasikan dengan cukup jelas. Hanya dugaan atau fitnah yg sering beredar kencang di kalangan bawah. Setiap kali pergantian pimpinan banyak beredar dugaan alasan pencopotan sesanter alasan seharusnya dipertahankan.

Meskipun yayasan memberikan alasan normatif atas digantinya Pimpinan Pondok sayangnya tak ada penjelasan yg memadai untuk memuaskan rasa keingintahuan alasan sebenarnya mengapa pimpinan pondok diganti atau dicopot. Tak ada dialog atau tanya jawab penyerapan aspirasi terbuka. Kenapa demikian, hanya Yayasan yang paling berhak menjawabnya.

Memperkarakan Pooling Santri; Mempertanyakan Aqidah?


ArtImage by Aris

Ketika pooling santri diadakan pada saat pencopotan Mudir Ma’had maka opini santri yg tergambar adalah nyata adanya. Ini bisa disimpulkan demikian karena santri relatif bebas dari tendensi uang atau kekuasaan. Mereka benar-benar menyuarakan pilihan yg ada dibenak atau sesuai dengan hati nurani. Jika kemudian disematkan pada mereka tuduhan bahwa mereka dipengaruhi oleh seseorang (Ust atau pembimbing) maka tuduhan itu jelas tendensius. Alih-alih mencari kebenaran, tuduhan itu dilontarkan justru berusaha mengaburkan fakta. Tuduhan itu dimaksudkan untuk pembelaan diri dalam upaya mengelak dari tanggung jawab.

Menurut teori jenis pertanyaan pada angket atau pooling ada tiga macam:
1. Pooling tertutup
2. Pooling terbuka
3. Campuran

Pooling tertutup ditandai dengan adanya pilihan jawaban yg sudah disiapkan. Pengisi pooling hanya bisa memilih dari pilihan yg ada. Yang jadi masalah adalah jika pengisi pooling tidak menemukan jawaban yg dikehendaki. Pada kasus ini maka ia bisa tidak memilih sama sekali. Kasus lain adalah jika ternyata peserta membuat pilihan tidak cuma satu. Dua atau beberapa item jawaban dipilih semua. Pembuat poling biasanya berusaha menangkap setiap kemungkinan jawaban yg perbedaanya signifikan. Analisa data menjadi mudah didapat dengan valid.

Pooling terbuka tidak memberikan pilihan item jawaban pada setiap pertanyaan. Masing-masing pengisi bisa mengisi secara bebas. Cara ini membuat hasil pooling jadi semakin variatif. Tentu konsekuensinya analisa data jadi semakin berat. Seringkali peneliti harus mengelompokkan jawaban yang senada. Kemudian jawaban minoritas dengan jawaban beragam kemudian digabungkan sebagai jawaban lain-lain.

Untuk memadukan kelebihan dari kedua jenis pooling ini maka peneliti biasanya membuat pooling campuran. Pada pertanyaan disiapkan jawaban dan jika pengisi pooling tidak setuju dengan semua jawaban maka disediakan kolom isian jawaban yg bebas diisi.

Pada kasus pooling yg dilakukan santri maka jenis pooling yg digunakan adalah pooling terbuka. Tentunya jawaban yg diberikan santripun sangat beragam. Untuk pertanyaan ‘Menurutmu bagaimanakah kriteria Mudir Ma’had yg ideal?’ maka jawaban santri menghasilkan berbagai kriteria yg kadang tak terduga oleh peneliti. Jika kemudian ada jawaban santri Yang seperti Ustadz Muin lebih banyak dari pada ‘Yang seperti Rasulullah saw’ maka sungguh bodoh menyimpulkan bahwa aqidah santri telah sesat. Apalagi ditambahi Ust Muin telah menyebarkan aqidah sesat di kalangan santri. Kesalahan berpikir ini karena menyimpulkan secara salah seolah santri lebih menghormati Ust Muin dari pada Rasulullah saw seperti hasil angket tersebut.

Beberapa hal yg perlu diluruskan disini adalah:
Pertama. Gambaran Ust Muin jelas lebih nyata sosoknya dari pada gambaran Rasulullah saw jika dipilih untuk memimpin Pondok. Maka wajar jika lebih banyak santri yg menyebut Ust Muin dari pada Rasulullah saw. Demikian pula tak ada yang menyebut SBY atau ketua Yayasan misalnya karena sosok itu tidak dikenal santri untuk dijadikan kriteria. Yang nyata lebih bisa dipilih dari pada yg abstrak.

Kedua. Sebagian jawaban santri ‘Yang seperti Rasulullah’ juga mengandung arti bahwa santri sebenarnya memimpikan sosok ideal. Tapi ini tingkatnya ‘mimpi’. Betapa sulit menghadirkan sosok ideal di zaman sekarang. Tidak mungkin menghidupkan kembali Rasulullah saw. Jikalaupun ada orang yg persis sama tentu kapasitasnya adalah pemimpin umat Islam sedunia bukan hanya untuk sekedar memimpin pondok.

Ketiga. Jawaban hasil pooling justru merupakan penghormatan terhadap Ust Muin karena masih dianggap sebagai sosok ideal untuk memimpin Assalaam. Beliau di mata santri merupakan wujud nyata yang disandingkan dengan kriteria seperti Rasulullah saw. Ust Muin berhasil menanamkan pengertian kepada santri bahwa kita semua harus berusaha menteladani Rasulullah saw. Ust Muin telah mencontohkan dirinya sendiri sebelum meminta santri mengikuti contoh akhlak Rasulullah saw. Sehingga wajar jika santri menemukan sosok ideal untuk ditauladani pada Ust Muin. Sosok yg seperti inilah yg pantas memimpin Assalaam.

Mungkin pooling santri ini bermakna politis. Tapi menyeretnya menjadi perkara aqidah adalah salah satu taktik cerdik (culas) yg dilakukan untuk membelokkan substansi permasalahan yaitu salah urus Assalaam. Wallaahu a’lam bishowaab.

Monday, April 09, 2007

Lagi Pimpinan Pondok Assalaam diganti


Direktur Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Dr M Muinudinillah Basri MA dicopot, menyusul keputusan rapat pleno Yayasan Majelis Pengajian Surakarta (MPS) tanggal 2 April 2007 lalu. Berita selengkapnya silahkan klik: Suara Merdeka, Rabu 4 April 2007

Tak sulit menduga bahwa kepemimpinan Ust Muin tak akan bertahan lama. Alasannya? Jam terbang Ust Muin di luar Assalaam yg begitu tinggi baik sebelum menjadi Mudir sampai sekarang(Dosen tetap Program Magister UMS, Dewan Syariah PKS Pusat). Beliau juga tidak tinggal di Assalaam serta santernya isu adanya friksi dengan Yayasan sudah cukup membuat prediksi bahwa Assalaam akan ganti pimpinan lagi. Yayasan tidak mbelani, beliau juga tak punya interest untuk ngotot bertahan dengan kondisi seperti ini.

Kapasitas beliau sungguh sangat tinggi. Doktor Syariah lulusan Medinah, hafidz Alqur'an, setiap khutbah selalu menggugah. Jadi pasti sulit mencari ganti dengan kapasitas yang sepadan.

Masa kepemimpinan Beliau yg dimulai pada Desember 2004 sampai 2 April 2007 sesungguhnya sangat singkat. Beberapa perubahan struktural telah dilakukan seperti menggabungkan Unit Kesantrian ke Unit Sekolah, berdirinya LZIS Assalaam dan Syirkah Taawuniyyah. Juga menggabungkan kembali 'Assalaam Cattering and Resto' kembali menjadi Unit Dapur Assalaam.

Selamat jalan Ust Muin... kebersamaan singkat ini semoga tak terlupakan.

Wednesday, January 31, 2007

Sarasehan Penegakan Kedisiplinan Santri


Akhir Desember 2006
Litbang Assalaam

Latar Belakang:
1.Kondisi kedisiplinan santri masih rendah.
2.Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi masih kurang efektif.
3.Kadang-kadang terjadi kesalahan pendekatan (kekerasan) dengan implikasi sampai ke meja hukum
4.Perlu dicari pendekatan pendisiplinan.

M Ridlo:
1-Sekarang ini terjadi Krisis kepembimbingan di kalangan santri => kesiswaan sbg penanggungjawab tidak efektif.
2-Santri (wali santri) mengalami pergeseran nilai. Penegakan kedisiplinan dianggap pelanggaran terhadap HAM, pengekangan kebebasan dan ketidakadilan.
3-Ustadz tidak sekata dalam kedisiplinan. Ada yg menegakkan tapi ada yg melindungi pelangaran.
Contoh kasus: Banyak santri tidak tidur di kamarnya. Sementara ada ustadz yg menampung santri dirumahnya, lengkap degan AC dan TV.
4-Pimpinan tidak stand by di Pesantren sehingga tidak cepat dalam penanganan permasalahan kesantrian yg terjadi dan membutuhkan solusi segera dari penanggungjawab.

M Basith:
1-Santri bolos kucing-kucingan. => membutuhkan pengawasan di lapangan.
2-Petugas piket tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Masih ada piket yg mangkir tetapi pengawasan terhadap kemangkirannya tidak efektif.
3-Saran: dibuat pertugas pengawasan dengan sistem shift.

Yanik Kh;
1-Pembimbing yg di dalam jumlahnya sedikit (dibandingkan jumlah santri dan kasus yg ditangani), dengan kepedulian dan kekompakan kurang.
2-Organisasi secara formal baik, tetapi realitanya kurang berjalan dengan baik. Ketika ditegur, jawabannya mereka sudah bekerja. Bgmpun mereka sudah bekerja sesuai sistem.
3-Banyak toleransi dan tawar menawar degan wali santri dalam soal kedisiplinan.
4-Penjelasan tibsar membutuhkan penjelasan yg panjang. Sosialisasi kepada santri dan wali santri masih dibutuhkan.
5-Mungkin perlu meninjau ulang kegiatan sore, apakah sudah tidak layak?
6-Contoh kasus: MA tidak sabar dalam pelaksanaan Muhadhoroh, lalu MA berjalan sendiri... Tidak bisa dikoordinasikan karena sistemnya berbasis unit.

Masfuroh M:
1-Di Asrama maupun kelas masih sering ada kehilangan. Jumlah kehilangan uang di atas 20.000 sehingga takut melapor karena tibsar hanya membolehkan santri membawa uang maksimal 20.000. Padahal kehilangan biasa sampai ratusan ribu bahkan uang syahriah jutaan rupiah.
2-Kurang sadar kebersihan sehingga lingkungan kamar dan asrama kotor. Piket kebersihan kamar tidak jalan. Lomba kebersihan yang diadakan juga tidak semarak.

Rimayanti Dewi:
1-Keluhan dari ustadzah, seluruh tugas dilimpahkan kepada tenaga yg ada di dalam. Jadwal bertumpuk tetapi hanya itu-itu saja orangnya. Overload jadinya.

M Farchan:
1-Masih banyak pelanggaran berat dibiarkan, untuk apa mencatat pelanggaran kecil
2-Kurang kepedulian dari sesama Asatid.
3-Kebijakan direktur soal ijin, tidak perlu dituruti. Perijinan mempunyai maksud mendidik santri sehingga harus dipahamkan kepada wali santri juga.

Siti Khasanah:
1-Hasil studi banding: Kondisi Pondok lain pondoklah yg mengatur sanri secara penuh tetapi di Assalaam wali santri ingin mengatur pondok.
2-Perlu forum dimana Kesantrian bertemu dengan wali santri untuk menyuarakan persoalan pembinaan dalam pondok.

Hanif F:
1-Melihat sistem, tampaknya hebat di permukaan tetapi tidak bisa diaplikasikan dengan baik di lapangan karena sistem kurang sesuai dengan komunitas Assalaam, atau pelaksanaannya hanya sepotong-sepotong. Dasarnya memang hanya sepotong-sepotong, contoh berbasis unit kenyataannya asrama unit tidak ada, sehingga program berbasis unit juga tidak jalan. Selain itu tingkat pelaksanaan hanya reaksioner.
2-Kekurangmampuan dalam mengambil keputusan ttp berani mengambil keputusan.

Catatan lain:
-Kasus: Pemilihan pengurus OP dengan draft disampaikan ke asatidz. Setelah draft direfisi, ternyata tak diganti sehingga timbul permasalahan..
-Kasus: Masih banyaknya pembawa HP dikalangan santri terutama kelas V dan VI. Pengurus OP hanya menyita HP santri kelas I sd IV. Ini saja sudah lebih dari 7 HP tersita.
-Kasus: Masih banyaknya santriwan merokok, karena kesempatan membeli rokok masih luas saat keluar komplek sore ke wilayah selatan.
-Penanggung jawab pembinaan sebenarnya sudah berlapis lapis. Ada wali kelas, wali kamar, wali rayon, kesiswaan dan kesantrian unit juga Kepala sekolah. Di OP ada bagian Taklim, Amn dan Haiayul hizbah. Tetapi kenyataan penegakan kedisipinan masih rendah.


Solusi-solusi:
-Diangkat petugas jaga dengan penempatan di lokasi trategis untuk pengawasan => kendala biaya or SDM
-Dibentuk petugas piket dengan sistem shif => ada sistem kontrolnya.
-Diadakan sharing di tingkat direktur dengan pembimbing lapagan dalam persoalan kedisiplinan
-Evaluasi atas ditiadakannya kesantrian. Litbang memberikan data ttg efek dihilangkannya Unit Kesantrian.
-Perlu dispesifikkan materi utk diskusi lebih lanjut sehingga bisa lebih mendetil karena banyaknya persoalan yang harus diselesaikan.
-Disarankan lebih konsisten dengan basis unit, atau diubah... (pembenahan sistem)

Peserta Sarasehan:
-Ust M Farchan
-Ust M Ridlo
-Usth Siti Hasanah
-Usth Masfuroh Misfah
-Usth Yanik Kh
-Usth Rimayanti Dewi
-Ust Hanif Fakhrudin
-Ust M Basith
- Staft Litbang

Monday, September 11, 2006

Sipenwaru Assalaam 2007 (draft)


ArtImage by Aris

Seleksi calon santri baru, mempunyai arti yang penting karena menyangkut keberlansungan, kelancaran dan peningkatan mutu proses belajar mengajar yang ada di PPMI Assalaam. Seleksi diadakan sebagai upaya untuk membuat keputusan tentang calon santri yang diprediksikan dapat berhasil dalam belajar. Untuk itu diperlukan rencana yang matang agar nantinya seleksi penerimaan siswa baru (Sipenwaru) di PPMI Assalaam benar-benar dapat menjaring santri-santri yang potensial yang akan menjadi modal untuk menghasilkan lulusan santri-santri yang bermutu sebagaimana yang diharapkan.

Sipenwaru Tahun Lalu
Pendaftaran Santri baru PPMI Assalaam yang dibuka dua kali pada tahun ajaran 2006/2007 menghasilkan peningkatan pendaftar sebesar 12 %. Pada perencanaan awal Sipenwaru 2006/2007 dilaksanakan hanya satu kali, namun pelaksanaannya dibuka kembali Sipenwaru gelombang II. Gelombang I dibuka pada pada Januari – Maret 2006. Sipenwaru dibuka kembali untuk Gelombang II pada bulan Juli 2006 setelah menimbang usulan dari MPP Daerah. Untuk Sipenwaru selanjutnya maka sistem dua gelombang ini perlu dibakukan. Catatan jumlah pendaftar dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut:

No. Thn Akademik Jml Pendaftar
1. 2003/2004 593 santri
2. 2004/2005 590 santri
3. 2005/2006 720 santri
4. 2006/2007 803 santri

Agenda Sipenwaru 2007
Merujuk Kalender Akademik PPMI Assalaam tahun pelajaran 2007-2008 maka agenda Sipenwaru 2007 adalah sebagai berikut:

GELOMBANG I
•Pendaftaran: 1 Jan – 17 Maret 2007
•Test Lesan : 9 – 17 Maret 2007
•Test Tulis : Ahad, 18 Maret 2007
•Pengumuman : Kamis, 23 Maret 2007
•Daftar Ulang: 23 Maret - 6 April 2007

GELOMBANG II
•Pendaftaran: 23 – 30 Juni 2007
•Test Lesan : 23 – 30 Juni 2007
•Test Tulis : Ahad, 1 Juli 2007
•Pengumuman : Rabu, 4 Juli 2007
•Daftar Ulang: 4 Juli - 9 Juli 2007

Santri Baru datang: Ahad, 15 Juli 2007
Santri lama datang: Jum'at, 20 Juli 2007

Agenda akademik yang menjadi pertimbangan adalah:
•Ujian EBTANAS SD : sd awal Juni 2007
•Ujian akhir MTs dan SMA: sd pertengahan Juni 2007
•UN SMP : sd pertengahan Juni 2007
•UN SMA : sd akhir Juni 2007
•Awal liburan akhir tahun: 18 Juni 2007
•Awal tahun ajaran baru : Ahad, 22 Juli 2007

Kuota Jumlah Santri
Daya tampung PPMI Assalaam dan jumlah santri yang terdaftar dapat digunakan untuk menentukan kuota jumlah santri baru yang akan datang. Dengan asumsi bahwa jumlah ideal santri perkelas adalah 30 santri dan jumlah kelas seluruhnya di komplek PPMI Assalaam ada 90 kelas (termasuk seluruh kelas di ATC) maka daya tampung yang tersedia: 30 santri X 90 kelas = 2.700 santri. Daya tampung berdasarkan kelas ini tidak persis sama mengingat beberapa kelas digunakan kelas khusus atau kelas kecil yang hanya menampung tidak lebih dari 20 santri. Beberapa ruang kelas juga digunakan untuk kantor, ruang laboratorium dan gudang serta satu ruang digunakan untuk Watatita. Sedangkan daya tampung asrama maksimal = 2315 santri dengan rincian sebagai berikut:

No Asrama Volume Jumlah
1. Kamsartra I 17 x 20 340
2. Kamsartra II 18 x 20 360
3. Kapatra I 44 x 4 176
4. Kapatra II 22 x 4 88
5. Kagatra 22 x 3 66
6. Perum Tipe D 13 x 5 65
Kapasitas asrama Putra: 1095

No Asrama Volume Jumlah
1. Kamsartri I 15 x 20 300
2. Kamsartri II 16 x 20 320
3. Kapatri I 30 x 4 120
4. Kapatri II 32 x 4 x 3 384
5. Kagatri 32 x 3 96
Kapasitas Asrama Putri: 1220

Meskipun demikian beberapa kamar tidak dapat digunakan untuk asrama santri karena digunakan untuk bank (BSM di Kagatri), ditempati pembimbing (Ust dan Ustdzah) dan digunakan untuk kantor OP. Sehingga kapasitas asrama santri kurang dari 2.375 santri. Namun demikian masih dimungkinkan kapasitas asrama ditambah dengan mengalih fungsikan ruang-ruang kelas menjadi ruang kamar. Beberapa ruang kelas di kopel timur dapat di partisi untuk dapat digunakan menjadi areal asrama.

Dari data Bagian Teknologi Informasi didapat jumlah santri aktif sampai dengan bulan Juli 2006 adalah 2198 santri dengan komposisi 1144 santriwan dan 1054 santriwati. Dengan asumsi mutasi santri sampai akhir tahun 50 santri ditambah perkiraan jumlah kelulusan santri yang saat ini belajar maka pembagian kelas untuk masing-masing unit (dengan asumsi seluruh santri kelas 3 lulus/naik kelas dan seluruh TKS melanjutkan ke PPMI Assalaam) adalah sebagai berikut:
Santriwan : 1144
Santriwati : 1054
Jml Total : 2198

Penjaringan Calon Santri Berkualitas
Strategi penjaringan calon santri berkualitas sudah saatnya dilakukan. Salah satu cara adalah dengan menjaring calon santri berkualitas yang merupakan rangking 1-5 dari sekolah potensial. Calon santri yang memenuhi kriteria dapat dibebaskan dari biaya pendaftaran. Kriteria calon santri atau sekolah berpotensi perlu ditetapkan sejak awal untuk menjadi pedoman. Misalnya calon lulusan rangking 1 sd 5 dari lulusan SDIT tertentu bebas biaya test dan cukup menjalani test lesan dan test kesehatan.

Kriteria Santri Jalur Khusus
1.Terbukti Raport Ranking 1-5 sejak dari kelas 1 sampai dengan kelas VI dan berasal dari SD Potensial

2.Calon santri berbakat yang menjadi Juara Internasional/Nasional/Propinsi lomba Iptek dan MTQ

3.Lulus Test Lesan dan Tes Kesehatan

Kriteria SD Potensial
1.Juara NEM terbaik di Kota/Kabupaten
2.SD Favorit di Kota/Kabupaten
3.Termasuk Daftar SD Potensial yang ditetapkan oleh Direktorat PPMI Assalaam

Strategi Promosi Assalaam

Promosi memerlukan strategi untuk secara efektif menyebarkan informasi tentang Assalaam ke masyarakat luas. Dari hasil penelitian walisantri 2006 dan 2007 didapatkan kesimpulan bahwa informasi tentang Assalaam paling banyak didapatkan dari mulut ke mulut lewat hubungan keluarga, teman atau tetangga. Untuk itu kegiatan promosi yang paling berperan adalah promosi Assalaam sepanjang tahun. Promosi ini dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun baik secara aktif terencana maupun pasif. Tiap even, tiap pegawai Assalaam, tiap santri dan lulusan Assalaam dapat menjadi alat dan media promosi Assalaam. Pengelolaan atau manajemen promosi secara terus menerus di bawah kendali Humas Assalaam bersinergi dengan MPP maupun dengan memanfaatkan jaringan alumni IKMAS dan lembaga-lembaga di lingkup Yayasan.

Dengan berbagai layanan berbasis kelas yang baru telah dibuka maka kebutuhan untuk promosi ke masyarakat luas jauh lebih besar. MTs Assalaam membuka Kelas Internasional dan Kelas Olimpiade serta SMA Assalaam membuka Kelas Akselerasi.
Untuk informasi seleksi penerimaan santri baru dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran resmi dibuka. Khusus penyebaran informasi pendaftaran santri baru dapat melalui:
1.Penggunaan leaflet yang bebas bisa difotocopy dan booklet serta VCD.

2.Informasi lewat koran daerah dapat diusahakan dengan bekerja sama dengan MPP Daerah.

3.Penyebaran informasi lewat MPP daerah dan lewat Unit Pemasaran Tiga Serangkai yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

4.Penggunaan iklan pada koran nasional. Untuk penggunaan media ini perlu ketepatan media dan waktu pemasangan iklan.

5.Penggunaan media internet baik lewat situs Assalaam maupun menyediakan informasi interaktif lewat email.

6.Penulisan artikel, surat pembaca, atau pers release di koran nasinal dan daerah atau majalah remaja yang secara tidak langsung mengangkat nama Assalaam.

7.Promosi door to door ke sekolah-sekolah potensial di daerah-daerah atau kota-kota lain yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dari Assalaam.

8.Pemberdayaan jaringan alumni IKMAS untuk ikut menyebarkan informasi Sipenwaru

RAB: masih digodog
Pendaftaran dengan dua gelombang tentu membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandaingkan satu gelombang. Perbedaan biaya antara Gelombang I dan Gelombang II dimaksudkan untuk menghargai komitment lebih tinggi bagi pendaftar Gelombang I. Mendaftar di awal waktu menunjukkan keseriusan pendaftar ke Assalaam. Selain itu dengan biaya lebih tinggi pada Gelombang II maka diharapkan pendaftar akan memilih mendaftar di Gelombang I dan akan memudahkan bagi Assalaam untuk menentukan sejak awal jumlah calon santri yang diterima.

Test Masuk
Tujuan dan maksud diadakan test tidak semata-mata untuk menentukan kelulusan tetapi hasil test juga dapat digunakan untuk:
1.Mengetahui kemampuan akademis calon santri
2.Mengetahui kesehatan calon santri
3.Mengetahui kemauan dan minat calon santri
4.Menentukan kelulusan atau diterima atau tidaknya calon santri
5.Menentukan rangking atau urutan prioritas kelulusan
6.Untuk menjadi dasar kebijakan tindak lanjut pendidikan setelah diterima di Assalaam.

Materi Test Sipenwaru 2007:
1.Test lisan meliputi :
a.Wawancara
b.MTs: Baca / tulis huruf Arab
c.TKs/MA/SMA: Test lesan Bhs Arab dan Bhs Inggris
d.Pemeriksaan kesehatan

2.Test tulis meliputi:
a.Psycometrik test (numerik, verbal, minat bakat dan inventori)

Dari evaluasi pelaksanaan test Sipenwaru tahun-tahun sebelumnya maka pelaksanaan test bisa lebih dibuat lebih ringkas dengan menggunakan test materi Psycometri (numerik, verbal, minat bakat dan inventori) dengan tambahan test perilaku dan motivasi belajar di Pesantren. Tidak diadakan test Matematika dan Bahasa Indonesia karena materi tes sudah tercover pada test psykometri. Untuk materi Test menulis Arab untuk MTs ditiadakan karena sudah tercover pada saat test lesan.

Syarat-syarat pendaftaran:
1.Siswa yang telah duduk di kelas akhir pada satuan pendidikan yang bersangkutan pada tahun pelajaran 2007/2008 atau yang telah lulus pada tahun pelajaran 2007/2008
2.Calon santri datang sendiri ke tempat pendaftaran untuk test lesan dan test kesehatan
3.Mengisi formulir pendaftaran dengan biaya administrasi Rp. 200.000,-
4.Menandatangani surat pernyataan bagi calon wali santri
5.Menyerahkan formulir dan surat pernyataan ke Panitia dengan dilampiri:
6.Fotocopy raport smester I kelas VI SD atau kelas II SLTP yang telah dilegalisir.
7.Pas foto terbaru 3x4 sebanyak 2 lembar.

Komputerisasi Sipenwaru
Dalam pelaksanaan penghimpunan dan pengolahan data Sipenwaru digunakan alat bantu komputer. Hal ini akan mutlak diperlukan dalam pengolahan nilai untuk menentukan kelulusan calon santri. Jika komputerisasi diterapkan lebih luas untuk pendaftaran santri maka beberapa hal yang patut mendapat perhatian antara lain:

1.Belum adanya deskripsi detil dan jelas sejak awal akan menyulitkan komputerisasi. Proses, data masukan, dan kriteria yang dikehendaki harus sudah terdeskripsi lengkap sebelum diprogram.

Komputerisasi butuh waktu penyiapan mengingat Sipenwaru merupakan proses unik sehingga dibutuhkan pemrograman khusus. Tetapi setelah program komputer jadi maka proses pelaksanaan pendaftaran jadi lebih mudah dan terintegralistik.

Komputerisasi akan memudahkan pengambilan keputusan dan mempercepat pengolahan data bahkan bisa secara real time sejak data diinputkan.

Komputerisasi dapat meningkatkan citra profesionalisme, tetapi jika error maka perbaikan atas kesalahan akan sangat sulit dilakukan mengingat terbatasnya SDM yang paham pengolahan database terintegrasi. Untuk itu program komputer yang disarankan adalah program pengolahan data yang databasenya dapat pula diolah ulang dengan aplikasi pengolah database standar Windows (Ms Access dan Ms Excel) guna penyajian data yang lebih fleksibel.

Beberapa data vital yang harus dapat disajikan oleh sistem informasi Sipenwaru adalah sebagai berikut:
1.Daftar calon santri pendaftar dengan identitas lengkap dengan data orang tua wali
2.Daftar copy nilai raport calon santri
3.Daftar nilai hasil test lesan Sipenwaru
4.Daftar nilai hasil test tulis Sipenwaru
5.Daftar Nilai Test Kesehatan
6.Daftar Nilai Test Psikometrik
7.Daftar santri lulus Sipenwaru dalam urutan rangking nilai
8.Daftar santri tidak lulus Sipenwaru
9.Daftar kesehatan santri lulus dengan catatan khusus
10.Daftar santri yg kurang dalam penguasaan baca Alqur’an
11.Daftar santri lulus dengan catatan khusus psikologi utuk pembinaan
12.Daftar calon santri kelas akselerasi (yg dapat mengikuti test saringan berikut)
13.Kuisioner wali santri
14.Surat kesediaan wali santri yg telah ditandatangani dan bermaterei
15.Laporan keuangan pendapatan dan pengeluaran selama Sipenwaru
16.Laporan pertanggungjawaban panitia atas pelaksanaan Sipenwaru

Test Sipenwaru di Daerah
Pelaksanaan tes Sipenwaru dapat diselenggarakan di daerah oleh MPP Daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
1.MPP Daerah mengajukan permohonan pelaksanaan test daerah ke Panitia Pusat untuk mendapatkan persetujuan.
2.Jumlah peserta pendaftar minimal 10 calon santri.
3.Panitia daerah setempat bersedia menanggung biaya pelaksanaan test.
4.Panitia daerah bersedia mempersiapkan akomodasi team Assalaam guna kelancaran test.
5.Panitia daerah menyiapkan tim medis untuk test kesehatan.
6.Panitia daerah berhak memungut biaya test tambahan.
7.Panitia daerah berhak mendapatkan 25% uang pendaftaran.
8.Panitia daerah berhak mendapatkan bonus gratis biaya pendaftaran 1 peserta per kelipatan 10 pendaftar di daerah tersebut.

Pada pelaksanaan test Sipenwaru di daerah:
1.Panitia Pusat akan mempersiapkan berkas materi test tulis berikut lembar jawab.
2.Panitia Pusat akan mengirimkan team test tulis daerah dan penguji lesan.
3.Jadwal pelaksanaan test daerah serempak di seluruh Indonesia bersamaan dengan test tulis Pusat.
4.Seluruh berkas test dibawa ke Pusat setelah pelaksanaan test daerah untuk pengkoreksian.
5.Hasil Test Daerah diumumkan bersamaan dengan pengumuman hasil Test Pusat

Demikian draft rancangan SIPENWARU Assalaam 2007.

Monday, September 04, 2006

Takaaful Kesehatan PPMI Assalaam


ArtImage by Aris

Minggu-minggu terakhir ini, selain mengajar komputer, di kantor aku disibukkan dengan tugas mendesain Takaful, membuat artikel untuk Warta Assalaam dan mendesain Sipenwaru 2007. Untuk Takaful Kesehatan hasil beberapa kali rapat masih juga belum bisa menyimpulkan bagaimana sistem pengelolaan Takaful Kesehatan di Pondok yang terbaik. Namun setidaknya draf usulan yg sudah digodok hasilnya seperti di bawah. Silakan dicermati dan diberi masukan ya...

Nama Program: TAKAFUL KESEHATAN PPMI ASSALAAM
Pondok Pesantren bertanggungjawab penuh dalam pengasuhan santri. Tanggungjawab ini juga termasuk dalam penanganan santri ketika sakit. Tiap tahunnya tidak sedikit santri sakit yang harus dirujuk ke rumah sakit karena keterbatasan kemampuan Unit Kesehatan Pondok (UKP). Dengan sifatnya yang tidak terencana (tidak ada yang berencana sakit) serta adanya kendala jarak dan informasi, orangtua wali bisa saja tidak siap dengan biaya pengobatan. Padahal biaya perawatan di rumah sakit sering tidak sedikit dan merupakan kebutuhan mendesak. Dengan diadakannya asuransi kesehatan maka santri bisa mendapatkan bantuan dana pengobatan dengan cepat. Asuransi kesehatan akan meningkatkan rasa aman bagi orangtua wali dan ketenangan santri dalam belajar.

Kebutuhan akan asuransi kesehatan atau takaful kesehatan sudah selayaknya direalisasikan di PPMI Assalaam. Dari segi jumlah santri yang mencapai 2000 orang maka pengelolaan takaful secara mandiri layak dipertimbangkan. Jumlah peserta yang cukup banyak memungkinkan takaful menghimpun dana yang cukup untuk menanggung klaim biaya kesehatan. Jika tidak ditangani sendiri maka takaful kesehatan bisa diserahkan kepada asuransi takaful syariah yang sudah berkembang di Indonesia.

Asuransi syariah merupakan pengembangan dari industri keuangan yang berbasis syariah. Asuransi syariah baru berkembang di Indonesia pada tahun 1994. Tetapi perkembangan asuransi syariah jauh lebih cepat dibandingkan asuransi konvensional. Standar operasional asuransi syariah melarang prinsip oportunis dalam usaha (gambling/maisir) dan melarang pengenaan bunga (riba). Secara umum ada tiga jenis takaful di Indonesia:
1.Asuransi Keluarga Takaful
2.Asuransi Umum Takaful
3.Asuransi Mubarokah

Apapun pilihannya yang utama bentuk layanan takaful harus disesuaikan dengan kebutuhan santri.

Pengelolaan Takaful Kesehatan Secara Mandiri
Pengelolaan takaful kesehatan yang langsung dikelola PPMI Assalaam mempunyai beberapa keuntungan:

•Kebebasan dalam sistem pengelolaan sehingga bisa benar-benar disesuaikan dengan kondisi kebutuhan santri dan dijalankan dengan prinsip syar’i

•Kecepatan dan kemudahan prosedur pertolongan pembiayaan darurat saat dibutuhkan karena ditangani oleh petugas pondok.

•Kejelasan atau transparansi dalam pengelolaan dan penggunaan keuangan

•Sangat mendukung proses pendidikan bagi santri dalam menanamkan pengertian dan kesadaran santri untuk saling tolong menolong dalam takaful.

•Kepastian jumlah peserta takaful (jika satu saat nanti diwajibkan) sehingga memungkinkan kepastian kemampuan takaful dalam menanggung biaya.

•Pada jangka panjang akan terakumulasi dana sisa sehingga kebutuhan asuransi kesehatan santri bisa tertangani jauh lebih baik.

Beberapa kendala yang mungkin muncul adalah:
•Jika sifatnya suka rela maka bisa membuat sedikitnya peserta. Hal ini akan mempengaruhi besarnya kemampuan menanggung santunan kesehatan.

•Minimnya pengertian takaful dapat menimbulkan perbedaan presepsi sehingga sulit mendapatkan dukungan secara luas.

•Perlu adanya petugas takaful yang dikhususkan dalam pengelolaan manajemen takaful.

Prinsip Takaful
Penyelenggaraan Takaful Kesehatan PPMI Assalaam berdasar pada prinsip Tabarruk dan Takaaful. Prinsip ini paling sesuai untuk sistem takaful kesehatan di pesantren yang menitik beratkan pada unsur pendidikan dan pembinaan ukhuwah.

1. Tabaruk
Peserta Takaful mengharap barokah tanpa memperhitungkan keuntungan ekonomis semata. Prinsip ini harus didukung dengan kesadaran dan keikhlasan para peserta untuk mengikuti Takaful secara sukarela. Prinsip ini sangat mendukung penanaman kesadaran santri untuk ikhlas dalam beramal sholeh.

2. Takaaful
Sitem takaful memungkinkan terjadinya saling tolong menolong dalam kebaikan dari para anggotanya. Sesama anggota menjadi penanggung anggota yang lain saat mendapat kesulitan atau musibah. Dengan kejelasan penggunaan dana untuk santri yang terkena musibah (sakit) maka ukhuwah akan lebih erat terbina dikalangan santri.

“Sesungguhnya umat Islam dalam sifat saling tolong dan kecintaannya ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasa demam dan tidak bisa tidur.” HR Bukhory Muslim

Sasaran Keanggotaan
Sasaran jangka panjang dari program Takaful Kesehatan adalah meliputi seluruh keluarga besar PPMI Assalaam. Baik santri, pegawai dan keluarga pegawai maupun walisantri. Namun untuk tahap awal maka sasaran lebih dikhususkan untuk seluruh santri dengan ketentuan:
•Anggota Takaful Kesehatan adalah santri aktif PPMI Assalaam yang mendaftar secara sukarela. (Dapat diwajibkan dengan penarikan iuran di awal tahun)

•Setiap anggota menandatangani surat kesepakatan /kesediaan untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota dan mengetahui hak-hak nya.

•Keanggotaan berlaku setahun dan dapat diperpanjang setelah membayar iuran.

•Pendaftaran dilakukan awal tahun ajaran baru sehingga selesai pada akhir tahun ajaran.

Semakin banyak jumlah peserta maka semakin besar kemampuan Takaful untuk menanggung santunan biaya yang dikeluarkan. Namun demikian tidak mudah untuk menggalang keanggotaan dikalangan santri jika tidak diwajibkan. Dibutuhkan sosialisasi yang memadai dan transparansi pengelolaan sehingga mendapatkan dukungan yang luas.

Keuntungan Bagi Peserta
Peserta Takaful Kesehatan mendapatkan asuransi kesehatan penuh maksimal sampai dengan Rp 2 juta rupiah tiap kali opname di rumah sakit. Jika biaya lebih dari 2 juta maka biaya tidak ditanggung penuh tetapi kelebihannya dibantu setengah biaya. Batas jumlah maksimal klaim adalah 10 juta rupiah tiap kali opname.

Perawatan opname dilakukan di rumah sakit yang disepakati UKP dan pengurusan pembayaran kuitansi dilakukan oleh petugas UKP atau yang ditunjuk. Prosedur pencairan dana jauh lebih sederhana dan cepat karena ditangani oleh petugas pondok. Petugas UKP juga mengatur petugas jaga pasien jika diperlukan. Biaya makan dan transportasi petugas jaga ditanggung Takaful.

Takaful Kesehatan juga memberikan santunan kematian bagi santri sebesar 3 juta rupiahatau orangtua santri yang meninggal dengan besar santunan 5 juta rupiah.

Kewajiban Peserta
Iuran peserta Rp. 120.000 pertahun (atau hanya senilai Rp. 10.000 per bulan). Untuk mengurangi jumlah transaksi keuangan sehingga memudahkan administrasi maka iuran dilakukan pertahun pada tiap tahun ajaran baru. Seluruh iuran tidak dapat diminta kembali kecuali karena klaim kesehatan.

Jika pada suatu kesempatan terjadi banyak klaim kesehatan sedangkan biaya yang terkumpul tidak mecukupi maka bisa diambil kebijakan dengan penggantian biaya dibagi rata kepada para peserta sesuai dengan kebutuhan. Inilah solusi sederhana yang cukup fair yang bisa diambil jika terjadi kekurangan dana.

Ilustrasi:
1.Syaiful santri kelas TKS ikut program takaful. Suatu kali ia jatuh sakit dan harus dirawat kerumah sakit. Biaya berobat dan opname yang dikeluarkan Rp 800.000. Seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh oleh program takaful. Bahkan ada petugas yang menjaga secara bergiliran.

2.Fatimah santriwati kelas 2 Mts yang harus dirujuk kerumah sakit karena sakit tipus dapat pertolongan sejak diberangkatkan ke rumah sakit sampai pembayaran pengobatan oleh petugas takaful. Jika total biaya pengobatan yang dikeluarkan 3 juta rupiah maka 2 juta rupiah ditanggung takaful ditambah setengah dari kelebihan atau 500.000, sehingga total biaya yang diganti takaful kesehatan sebesar Rp. 2.500.000,-

Organisasi
Penyelenggaraan Takaful kesehatan membutuhkan manajemen pengelolaan yang profesional karena berkenaan dengan pengelolaan keuangan. Dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 2000 anggota dengan frekuensi opname santri rata-rata mencapai 10 kali tiap bulan maka organisasi takaful kesehatan beranggotakan:
•Koordinator : 1 orang
•Administrator : 2 orang (pa dan pi) dapat dilaksanaan oleh pegawai keuangan pondok
•Seluruh pengurusan perawatan dan pembayaran ke RS dapat dilaksanaan oleh petugas UKP

H. Catatan Pengelolaan Kesehatan Pondok
Seluruh santri sakit dapat diketahui lewat perijinan santri sakit yang melalui UKP. Jika santri sakit memerlukan perawatan lebih lanjut maka santri sakit dirujuk ke rumah sakit lewat UKP. Sebagian kecil santri memilih pulang dengan perawatan di rumah. Berdasarkan catatan UKP selama bulan Juli 2005 sampai Juni 2006 untuk jumlah santriwan opname di rumah sakit tercatat rata-rata 2 santri per bulan atau 20 santri setahun. Rata-rata estimasi biaya perawatan opname rata-rata 2 juta rupiah.

Catatan tertulis jumlah opname santriwati belum kami dapatkan. Tetapi dari wawancara dapat diasumsikan jumlah santriwati opname bisa dua kali lipat dari santriwan. Maka dapat diasumsikan rata-rata jumlah santriwan (25) dan santriwati (40) opname maka jumlah total opname adalah 65 santri tiap tahun.

Beberapa catatan penting untuk bisa ditangani lebih bijaksana adalah:
1.Beberapa santriwati memaksakan diri opname meskipun menurut kondisi kesehatan sesungguhnya tidak direkomendasikan opname oleh UKP. Alasannya bersifat subyektif karena santriwati dalam keadaan stress dan ingin dirawat di luar Pondok.

2.Kebanyakan santri meminta dirawat minimal Kelas I. Banyak diantaranya minta dirawat di Kelas VIP sehingga mengeluarkan biaya yang relatif lebih banyak.

3.Beberapa santri ada yang sudah ikut asuransi lewat perusahaan orang tua.

Peristiwa point 1 dan 2 di atas belum dapat diinterferensi petugas UKP karena alasannya seluruh biaya ditanggung oleh walisantri. Sedangkan point 3 maka takaful kesehatan hanya sebagai pelengkap setelah klaim asuransi dari luar dicairkan.

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Biaya
Dengan asumsi jumlah anggota 2000 santri dengan iuran 120.000 pertahun dan jumlah santri opname 65 santri pertahun maka RAPB dapat disusun secara sederhana adalah sebagai berikut:

Rancangan Anggaran Pendapatan
Anggota: 2000 santri
Iuran : 120.000
Total setahun = 240.000.000

Rancangan Anggaran Belanja
Opname : 25 santriwan dan 40 santriwati pertahun
Klaim : 190.000.000 pertahun
Kematian: 1 santri (3.000.000) dan 6 orangtua walisantri (5.000.000)
Santunan: 3.000.000 ditambah 30.000.000 pertahun
Santunan: 33.000.000 pertahun
Operasional: 5.000.000 pertahun
Administrasi: 1.500.000 pertahun

Total RAB setahun 190juta + 33juta + 6.5 juta = 229.500.000

SALDO = 10.500.000

Program Jangka Panjang
Pengelolaan takaful secara mandiri akan membuat manajeman takaful kesehatan Assalaam berkembang sehingga dapat berfungsi secara maksimal. Pada jangka panjang maka sisa dana yang terkumpul dapat digunakan untuk memperkuat takaful dalam mengcover kebutuhan asuransi santri. Keleluasaan dalam pengaturan dan kebijakan asuransi dapat benar-benar disesuaikan dengan kondisi santri. Misalnya dengan memperluas cakupan takaful dengan santunan kecelakaan, santunan cacat, takaful keluarga dan lain-lain.

Program takaful dapat diwajibkan bagi santri dengan pendaftaran dilakukan pada saat daftar ulang santri tiap tahun ajaran baru. Pihak pengurus asuransi takaful kesehatan juga dapat melakukan program-program berorientasi pembinaan lansung kepada santri. Program sosialisasi pentingnya tolong menolong dalam kebaikan untuk meningkatkan ukhuwah. Pembinaan pentingnya menjaga kesehatan dan kesadaran kegunaan asuransi takaful kesehatan yang syar’i.

Untuk selanjutnya program takaful juga bisa diberlakukan untuk seluruh pegawai PPMI Assalaam dengan sistem pemotongan gaji atau dipotong dari dana kesejahteraan pegawai. Dari akumulasi dana yang telah terhimpun dalam jangka panjang pada akhirnya seluruh dana kesehatan pondok (termasuk operasional UKP) bisa ditangani lewat program takaful kesehatan tanpa membebani RAB Pondok.

NB.
UKP: Usaha Kesehatan Pondok. Untuk selanjutnya mungkin akan berubah menjadi BPU: Balai Kesehatan Umum yg sedianya tahun ini akan dihidupkan kembali oleh Yayasan.

Monday, May 01, 2006

Anak Aceh yg terdampar di Assalaam


ArtImage by Aris

Setelah tsunami meluluhlantakkan Aceh, Desember tahun lalu.
Ada tiga belas anak aceh terdampar di Assalaam.
Resmi jadi santri tanpa bayar syahriah.
Sedikit uang saku dititipkan buat mereka lewat LZIS.
Namun...
Beberapa waktu lewat yg santriwati ada yg mengeluh.
Sragam pramukanya hilang dighosob.
Sepatunya juga sudah pada bolong.
Namun...
Beberapa waktu lewat yg santriwan ada yang mengeluh.
Baju koko putihnya hilang dighosob.
Tasnya juga sudah pada rusak.
Duh... siapa yg mau ikut perduli ya...?