Showing posts with label self learner. Show all posts
Showing posts with label self learner. Show all posts

Monday, March 08, 2010

Kenapa Bayi Butuh Seorang Ibu



VideoClip super lucu ini khusus buat mengingatkan kita betapa pentingnya arti IBU bagi seorang BAYI. (Para BAPAK tdk boleh tersinggung....:)

Wednesday, March 25, 2009

Tahun sibuk keluarga kami




Tahun ini usiaku 38. Tahun ini tahun sibuk. Tahun belajar dan peningkatan. Aku kuliah di Pasca UMS. Alif masuk SDIT Nur Hidayah. Aisya daftar playgroup TKIT Bintangku. Istri hamil dah jalan 5 bulan. Berarti 4 bulan lagi kami tambah anggota keluarga (semoga jadi anak sholeh kami). Tahun ini kami mengajukan KPR BTN syariah. Syarat-syaratnya banyak agar dapat subsidi. Ibunda beliin mobil dan kami ikut urunan. Wah... Jangan tanya berapa total dana yg terlibat, hampir-hampir aku tak percaya kami bisa melalui semua itu.

Do'akan kami yaa... Semoga Allah memudahkan segala urusan kami... Amiien.

Tuesday, January 01, 2008

Dituakan

Foto pernikahan Ust Mahyani dan Dewi
Pernikahan Ust Mahyani Devi Yumandera dan Dewi Sriyanti


Anak saya baru dua: Alif 4 tahun yg baru saja kena cacar air dan adiknya Aisya yg ketularan setelah kakaknya sembuh. Keduanya cesar alias anak mahal. Semoga jadi anak sholeh dan sholihah. Mestinya kami masih keluarga muda, tapi saya dan istri sudah seperti jadi orang tua. Bukan karena Alif sudah dikhitan umur 2 tahun tapi kami sudah beberapa kali mantu. Lho..? Bukan anak sendiri tapi kami dianggap sebagai orang tua dalam urusan pernikahan.

Menjadi 'orang tua' atau yg 'dituakan' itu ternyata tidak gampang. Kejadian ini saya alami saat saya dan istri dimintai tolong untuk urusan pernikahan. Dari mencarikan jodoh, memfasilitasi taaruf pasangan, meminang calon pengantin putri, menjadi saksi pernikahan bahkan sampai menjadi wali pernikahan. Beberapa di antaranya sukses mendapatkan pendamping hidup dan menikah. Duh senang rasanya bisa ikut membantu. Beberapa di antaranya masih masuk daftar tunggu. Wah... siapa ya jodohnya...

Kalau sukses insya Allah kami berharap dibangunkan rumah di syurga (Alluhumma amin). Tapi kalau sampai rumah tangga pasangan yg kita jodohkan itu gagal. Wah.. saya kok takut ikut menanggung kesalahan karena ikut menjodohkannya. Kami harus ekstra hati-hati dalam menjalankan amanah yg satu ini.

Hanya selalu kami iringi doa tulus untuk para pengantin kami "Barokaallaahu lakuma ba warokaallahu 'alaikuma wa jama'a kuma fi khoir".

Pernikahan Reza Akbar dan Ermawati
Pernikahan Reza Akbar dan Mei Tri Ermawati. Menjadi wakil orang tua Reza yang tdk bisa datang dari Aceh
Jadi walinya Reza karena ortunya tidak bisa datang dari Aceh

Friday, July 27, 2007

Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga


Paradigma keren tapi berbahaya

Tidak mudah mengurai permasalahan dunia pendidikan. Khususnya ditinjau dari tujuan pembentukan kepribadian dari anak didik. Permasalahan ini muncul dan semakin komplek justru sejalan dengan semakin tingginya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan iptek yang menyediakan kemudahan dan memunculkan beragamnya pilihan menyembunyikan sisi kelam dalam ikut membentuk karakter siswa didik.
Kecepatan dan kemudahan yang ditawarkan teknologi menghasilkan perubahan yang cepat di segala bidang tidak kemudian memuluskan jalan untuk membentuk kepribadian unggul siswa. Meski ilmu pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan produktifitas menjadi semakin mudah diajarkan berkat perangkat yang semakin canggih, namun karakter anak yang terbentuk justru semakin buruk. Manja, ceroboh, tidak konsisten, rapuh dan sulit bertahan dari gempuran masalah mejadi karakter dasar sebagian besar siswa jaman sekarang.

Akar permasalahan
Berkembangnya teknologi informasi melahirkan media yang mengglobal.
Sayangnya media cenderung menyajikan gambaran dengan penyerderhanaan yang menipu. Mudah, enak dan segera. Industri yang menyokong media dengan dana iklan hanya membutuhkan produknya laku. Untuk itu isi media harus mengikuti selera pasar.
Pembaca dan pemirsa sudah diposisikan menjadi penikmat sehinga sajian ringan dan menghibur model infotaiment lebih ditonjolkan. Kalau perlu pemirsa tidak usah berfikir. Acara diprogram semakin heboh, semakin gila-gilaan agar semakin menarik dan meningkatkan rating. Dan rating tinggi itu menghasilkan slot iklan yang mahal. Sifat konsumtif, maunya enak dan dunia glamor menjadi sajian wajib hampir seluruh stasiun TV saat ini. Sifat primitif mengumbar nafsu manusia dieksploitasi. Sajian kekerasan, erotisme, mistik, hura-hura atau lawak gila-gilaan dan berbagai perilaku rendahan menjadi lazim ditampilkan.

Sifat masif dari media seperti TV memberikan dampak yang tidak terkira bagi institusi pendidikan. Nilai-nilai luhur yang ditanamkan di kelas seringkali bersebrangan dengan nilai-nilai yang tersaji di TV yang setiap hari mereka tonton. Lihatlah dampak yang terjadi pada sebagian besar prilaku generasi muda. Para remaja yang maunya serba instan. Ingin kaya tapi berprilaku boros dan sama sekali tidak produktif. Banyak kemauan tapi miskin usaha. Maunya lulus dengan nilai tinggi tapi malas belajar. Pingin masuk surga tapi jalan maksiat yang ditempuh. Jargon muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga menjadi absurd dan sangat naif. Mirip dengan kebanyakan film atau sinetron di TV, meskipun menyajikan konflik yang mencekam tapi pasti berlalu dengan hapy ending. Seringkali hanya dalam durasi kurang dari 2 jam segala permasalahan selesai dihadapan pemirsa.

Mumpung masih muda, kita gunakan untuk bersenang-senang. Tak kalau sudah tua barulah bertobat. Ini angapan yang sungguh naif. Tidaklah demikian kenyataannya. Allah maha adil untuk tidak begitu saja memberikan segala yang dimaui anak Adam kecuali dengan usaha dan pengorbanan yang tidak kecil.

Betapa banyak orang gagal bertaubat karena terlanjur abis kesempatan baginya. Seperti kisah Firaun yang bertaubat saat nyawa sudah ditengorokan. Taubat seperti ini adalah taubat terpaksa yg tak mungkin diterima. Atau bertaubatnya Suharto setelah lengser. Tentu saja taubat ini sia-sia karena tidak mengasilkan apa-apa bagi jutaan orang lain yg telah jadi korban rezimnya. Kesempatan tidak datang begitu saja. Ia harus diperjuangkan. Sabda Rasulullah yang didendangkan dengan apik oleh Raihan: Ingatlah lima sebelum datangnya lima! Sempatmu sebelum sempitmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu, sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.

Betapa banyak orang gagal berhenti dari kebiasaan buruk meski menurutnya telah berusaha keras. Gagal menghilangkan kebiasaan merokok. Gagal meghilangkan kebiasaan dugem. Ini karena sifat dosa yang menjebak sehingga tidak mampu keluar daripadanya. Sedikit demi sedikit semakin terperosok dalam jebakan setan. Dari merokok terjerumus narkoba. Dari dugem terjerumus pergaulan bebas. Seperti pepatah: kebohongan pertama akan melahirkan kebohongan selanjutnya untuk menutupinya. Kemaksiatan yang dinikmati akan melahirkan kemaksiatan berikutnya.

Karena hati manusia ibarat kaca. Jika ia berbuat dosa sekecil apapun maka akan timbul noda. Jika diulang-ulang maka semakin banyak noda yang akhirnya membuat gelap hati. Gelap hati akan mustahil mendapatkan hidayah. Sedangkan mereka yang bersungguh-sungguh mencari hidayah saja belum tentu mendapatkannya. Betapa banyak ujian berat yang mesti dihadapi untuk membuktikan keimanan seseorang. Dan tidak sedikit manusia gagal menghadapinya.

Sekolah yg terjepit
Perjalanan menuju kesuksesan nyatanya harus ditempuh dengan susah payah dan penuh pengorbaan. Butuh keahlian, waktu lama dan kesabaran yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita. Untuk itu dibutuhkan karakter unggul yang mencetaknya tidak mudah. Pendidikan yang hanya mencekoki siswa dengan informasi lewat pengajaran di kelas tidak akan membentuk kepribadian ini. Sekolah yang hanya mengajarkan tips-tips cepat mengerjakan soal sering terjebak justru menanamkan karakter meremehkan segala sesuatu pada siswa-siswanya. Etos belajar dan berprestasi menjadi rendah. Akhirnya nilai siswa yang jeblok terpaksa didonkrak agar bisa lulus dengan nilai tinggi. Mau bagaimana lagi. Jika banyak siswanya tidak lulus tentu sekolah akan diragukan dan dianggap bermutu rendah.

Sekolah yang berusaha menanamkan nilai nilai kejujuran, keuletan dan kerja keras menjadi terasing. Guru menjadi tampak reseh, tidak gaul dan kuno dihadapan siswa. Bahkan tidak sedikit institusi pendidikan terhanyut oleh arus deras modal yang sangat kosumtif. Tidak terkecuali sekolah-sekolah berlabel Islam. Siswa dimanjakan dengan fasilitas kemudahan yang berujung pembiayaan yang tinggi. Siswa yang disekolahkan model seperti ini akan menagih guru seolah saya telah membayar mahal maka layani saya seperti yang saya mau. Standar pendidikan dinilai dari seberapa enak layanan diberikan pada siswa.

Jalan panjang pembentukan karakter
Untuk membentuk karakter seseorang maka diperlukan waktu lama dan kesabaran. Bagaikan mengukir di atas batu, kadang dibutuhkan pemaksaan diri. Pemaksaan diri yang berbuah kebiasaan baik harus dipupuk sejak belia. Masa remaja adalah kesempatan emas yang jangan sampai disia-siakan. Seperti pepatah pohon kecil yang bengkok bisa diluruskan, tetapi pohon besar hanya bisa ditumbangkan dengan kapak. Sayangnya keadaan yang memaksa ini tidak bisa terus dipertahankan dalam jangka lama. Pemaksaan diri harus diimbangi dengan penanaman pemahaman tentang maksud dan tujuan dari pemaksaan tersebut. Kegagalan lembaga pendidikan menjelaskan pemaksaan diri ini bisa berakibat siswa memberontak atau putus asa.

Lembaga pendidikan harus terus menciptakan suasana belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan siswa-siswanya. Kemampuan yang harus menjadi prioritas adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah riel di lapangan. Kemampuan ini harus terus diasah untuk menjadi bekal menghadapi permasalahan lebih besar nanti saat terjun di masyarakat. Tanpa potensi yang terasah mumpuni maka seseorang akan mudah tergelincir untuk menyerah dan mengambil jalan salah. Potensi yang diasah meliputi pengetahuan, pemahaman maupun kemampuan untuk berealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan. Tentu bukan hanya dalam tataran teori yang ditandai dengan lancarnya siswa menjawab soal multiple choice yang disodorkan di meja ujian.

Lembaga pendidikan harus menyediakan sistem Islami yang berlapis-lapis dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk saling beramar makruf nahi mungkar. Ibarat pertahanan yang berlapis maka jika suatu saat jebol maka lapis berikutnya masih bertahan. Untuk itu maka kebutuhan untuk membina jamaah menjadi sangat penting. Jamaah yang saling menguatkan antara satu dengan yang lain. Tidak hanya kurikulum pendidikan di kelas, tetapi sistem organisasi, sistem sosial, nilai-nilai yang ditanamkan dan prilaku yang ditunjukkan semua lapisan harus sejalan dengan ajaran Islam. Guru di kelas harus jadi guru di masyarakat. Artinya seorang guru harus menjadi guru kehidupan bagi siswa-siswanya.

Thursday, September 14, 2006

Pelatihan ICT di STMIK Sinar Nusantara Surakarta


ArtImage by Aris

Hari ini melanjutkan pelatihan yg kemarin dibuka oleh Direktorat PLB bekerjasama dengan STMIK Sinar Nusantara. Jadual pelaksanaannya mulai dari tanggal 12 s.d. 22 September 2006 bertempat di kampus STMIK Sinar Nusantara Surakarta.

Aku peserta pelatihan komput yang paling beda. Para peserta lain sedang sibuk dengan pelatihan dasar komputer aku sudah browsing ke situsku sendiri. Sambil menunggu aku sekalian check email. Ada email dari Gubenur Central Bank of Nigeria :-).

Sebenarnya ini berarti meninggalkan kantor untuk training yang aku sudah bisa. Aku akhirnya mengganti misi training dengan mengobservasi penyelenggaraan training. Hasil observasi adalah:

Peserta
1.Banyak peserta yang memang belum biasa menggunakan komputer.
2.Peserta yang datang dari berbagai SLB di seluruh penjuru tanah air.
3.Peserta umumnya sudah berumur (dibanding aku yg masih muda)
4.Ada yg kepala sekolah, ada yg kepala lab, kepala TU.

Tempat pelatihan:
a.Hotel Surya
1.Hotelnya lumayan oke meski tidak terlihat mewah.
2.Akses kendaraan jelas no problem sebab nempel dengan terminal Tirtonadi.
3.Karena menyatu dengan terminal maka kalau malam tempatnya agak ginama gitu.

b.STMIK Sinar Nusantara Surakarta
1.Tempatnya agak masuk dari Purwosari, tetapi aku tidak tersesat sebabnya ada papan penunjuk yang jelas. Dari sejak jalan Slamet Riyadi sudah ada baliho lumayan eyecatching yang memandu ke baliho ke dua sehingga cukup dengan mengikutinya aku sampai di lokasi.
2.Labnya lumayan OKE dengan tiap lab 20 komputer. Ada 5 lab digunakan untuk pelatihan.
3.Meja komputer benar-benar meja praktikum dengan rangka besi yg kokoh dan monitor di bawah meja.
4.Dual Sistem Operasi: Linux dan Windows, dengan koneksi ke internet
5.Websitenya di www.sinus.ac.id responsif langsung memuat program pelatihan ICT. Hanya alamat hotel yg dicantumkan di Grand Setia Kawan padahal kita pelatihan di Hotel Surya.

Cape wira-wiri, sebab aku juga masih harus nangani snack pelatihan Halaqoh Hujroh untuk guru Assalaam. Kebetulan istri juga lagi sakit dan istirahat di rumah.

Wednesday, May 03, 2006

Manual Home Aris Hanafi Web

ArtImage by ArisCatatanku sbg seorang blogger belajaran

Bagiku blog adalah personal diary di dunia maya. Jadi kumanfaatkan untuk membuat personal diary atau catatan harian pribadi. Sejak diluncurkan blog kira-kira lima tahun lalu memang mempunyai dampak signifikan terhadap dunia jurnalistik dunia maya. Blog memungkinkan jutaan orang punya suara dan terkoneksi dengan lainnya. Ini kemudian kumanfaatkan selain untuk alasan melatih diri menulis diary juga bisa mengaktualisasi diri di dunia maya sembari menebarkan hikmah lewat untaian kalimat dakwah.

Begitu banyak orang telah menampakkan diri di dunia maya dengan beragam tampilan. Sesuai karakter pribadi masing-masing. Blog membuat para bloger menuangkan gagasan pribadi. Bisa juga menjadi pengorganisasi gagasan. Ada juga yang membuatnya untuk menyimpan link penting pribadi. Yang penting blog memungkinkan pula penyebaran berita dengan kacamata pribadi yang dapat dibaca orang sedunia.

Untuk itulah pada home page description kutuliskan:
Assalaamu'alaikum. Ini homepage belajaran. Upaya mengaktualisasi diri di dunia maya. Sederhana isinya. Jangan diprotes tapi boleh dikomentari. Apalagi kekurangan ada di sana sini khas garapan sambilan. Semoga bermanfaat.


Menariknya blogspot adalah kesederhanaan prosedurnya. Cukup simple sehingga hampir setiap orang cepat belajar menggunakannya. Membuat blog pribadi gratis dan hanya butuh lima menit. Tiga langkah membuat arishanafi.blogspot.com di www.bloger.com:
• Mendaftar account arishanafi kemudian diberi password dan data diri
• Memberi nama blog Home Aris Hanafi Web
• Pilih template hitam simple
• Posting isi

Ada beberapa fasilitas pendukung yang memudahkan bloger mengorganisasi isi. Yang terutama pengurutan otomatis posting dan pengelompokan archive per bulan. Kemudian adanya fasilitas untuk mendapatkan balasan dari pengunjung blog.

Isi dari blogku menjadi seperti ini:

Halaman depan
http://arishanafi.blogspot.com

Previous Posts
http://arishanafi.blogspot.com/2006/05/tebak-tebakan.html
http://arishanafi.blogspot.com/2006/05/anak-aceh-yg-terdampar-di-assalaam.html
http://arishanafi.blogspot.com/2006/05/halal-haram-makanan-kita-1.html
http://arishanafi.blogspot.com/2006/04/aku-melawan-virus.html
dst... 10 posting terakhir

Archives Sudah setahun :)
May 2005
July 2005
November 2005
March 2006
April 2006
May 2006

Counter
Sampai Mei 2006 sudah lebih dari 175 hit, walau kebanyakan hit karena aku sendiri. Buat belajar ngedit aku mesti bolak-balik membuka blog :)
Address www.easy-hit-counters.com

Link
PPMI Assalaam dengan address www.assalaam.or.id
MyQuran.com dengan address www.myquran.com
Dudung.net dengan address www.dudung.net
Google News dengan address www.news.google.com


Aku masih berharap bisa meningkatkan kemampuanku ngeblog yang masih tergolong primitif. Aku sendiri tidak berhasil menggambari blogku kecuali setelah April 2006. Padahal sejak kubuat Mei 2005 aku sudah kepingin bisa menampilkan gambar atau foto.
Siapa saja yang bisa kasih tips dan saran tolong deh bantuin aku. Biar blogku tambah cakep. Sukron.