Wednesday, January 31, 2007

Sarasehan Penegakan Kedisiplinan Santri


Akhir Desember 2006
Litbang Assalaam

Latar Belakang:
1.Kondisi kedisiplinan santri masih rendah.
2.Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi masih kurang efektif.
3.Kadang-kadang terjadi kesalahan pendekatan (kekerasan) dengan implikasi sampai ke meja hukum
4.Perlu dicari pendekatan pendisiplinan.

M Ridlo:
1-Sekarang ini terjadi Krisis kepembimbingan di kalangan santri => kesiswaan sbg penanggungjawab tidak efektif.
2-Santri (wali santri) mengalami pergeseran nilai. Penegakan kedisiplinan dianggap pelanggaran terhadap HAM, pengekangan kebebasan dan ketidakadilan.
3-Ustadz tidak sekata dalam kedisiplinan. Ada yg menegakkan tapi ada yg melindungi pelangaran.
Contoh kasus: Banyak santri tidak tidur di kamarnya. Sementara ada ustadz yg menampung santri dirumahnya, lengkap degan AC dan TV.
4-Pimpinan tidak stand by di Pesantren sehingga tidak cepat dalam penanganan permasalahan kesantrian yg terjadi dan membutuhkan solusi segera dari penanggungjawab.

M Basith:
1-Santri bolos kucing-kucingan. => membutuhkan pengawasan di lapangan.
2-Petugas piket tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Masih ada piket yg mangkir tetapi pengawasan terhadap kemangkirannya tidak efektif.
3-Saran: dibuat pertugas pengawasan dengan sistem shift.

Yanik Kh;
1-Pembimbing yg di dalam jumlahnya sedikit (dibandingkan jumlah santri dan kasus yg ditangani), dengan kepedulian dan kekompakan kurang.
2-Organisasi secara formal baik, tetapi realitanya kurang berjalan dengan baik. Ketika ditegur, jawabannya mereka sudah bekerja. Bgmpun mereka sudah bekerja sesuai sistem.
3-Banyak toleransi dan tawar menawar degan wali santri dalam soal kedisiplinan.
4-Penjelasan tibsar membutuhkan penjelasan yg panjang. Sosialisasi kepada santri dan wali santri masih dibutuhkan.
5-Mungkin perlu meninjau ulang kegiatan sore, apakah sudah tidak layak?
6-Contoh kasus: MA tidak sabar dalam pelaksanaan Muhadhoroh, lalu MA berjalan sendiri... Tidak bisa dikoordinasikan karena sistemnya berbasis unit.

Masfuroh M:
1-Di Asrama maupun kelas masih sering ada kehilangan. Jumlah kehilangan uang di atas 20.000 sehingga takut melapor karena tibsar hanya membolehkan santri membawa uang maksimal 20.000. Padahal kehilangan biasa sampai ratusan ribu bahkan uang syahriah jutaan rupiah.
2-Kurang sadar kebersihan sehingga lingkungan kamar dan asrama kotor. Piket kebersihan kamar tidak jalan. Lomba kebersihan yang diadakan juga tidak semarak.

Rimayanti Dewi:
1-Keluhan dari ustadzah, seluruh tugas dilimpahkan kepada tenaga yg ada di dalam. Jadwal bertumpuk tetapi hanya itu-itu saja orangnya. Overload jadinya.

M Farchan:
1-Masih banyak pelanggaran berat dibiarkan, untuk apa mencatat pelanggaran kecil
2-Kurang kepedulian dari sesama Asatid.
3-Kebijakan direktur soal ijin, tidak perlu dituruti. Perijinan mempunyai maksud mendidik santri sehingga harus dipahamkan kepada wali santri juga.

Siti Khasanah:
1-Hasil studi banding: Kondisi Pondok lain pondoklah yg mengatur sanri secara penuh tetapi di Assalaam wali santri ingin mengatur pondok.
2-Perlu forum dimana Kesantrian bertemu dengan wali santri untuk menyuarakan persoalan pembinaan dalam pondok.

Hanif F:
1-Melihat sistem, tampaknya hebat di permukaan tetapi tidak bisa diaplikasikan dengan baik di lapangan karena sistem kurang sesuai dengan komunitas Assalaam, atau pelaksanaannya hanya sepotong-sepotong. Dasarnya memang hanya sepotong-sepotong, contoh berbasis unit kenyataannya asrama unit tidak ada, sehingga program berbasis unit juga tidak jalan. Selain itu tingkat pelaksanaan hanya reaksioner.
2-Kekurangmampuan dalam mengambil keputusan ttp berani mengambil keputusan.

Catatan lain:
-Kasus: Pemilihan pengurus OP dengan draft disampaikan ke asatidz. Setelah draft direfisi, ternyata tak diganti sehingga timbul permasalahan..
-Kasus: Masih banyaknya pembawa HP dikalangan santri terutama kelas V dan VI. Pengurus OP hanya menyita HP santri kelas I sd IV. Ini saja sudah lebih dari 7 HP tersita.
-Kasus: Masih banyaknya santriwan merokok, karena kesempatan membeli rokok masih luas saat keluar komplek sore ke wilayah selatan.
-Penanggung jawab pembinaan sebenarnya sudah berlapis lapis. Ada wali kelas, wali kamar, wali rayon, kesiswaan dan kesantrian unit juga Kepala sekolah. Di OP ada bagian Taklim, Amn dan Haiayul hizbah. Tetapi kenyataan penegakan kedisipinan masih rendah.


Solusi-solusi:
-Diangkat petugas jaga dengan penempatan di lokasi trategis untuk pengawasan => kendala biaya or SDM
-Dibentuk petugas piket dengan sistem shif => ada sistem kontrolnya.
-Diadakan sharing di tingkat direktur dengan pembimbing lapagan dalam persoalan kedisiplinan
-Evaluasi atas ditiadakannya kesantrian. Litbang memberikan data ttg efek dihilangkannya Unit Kesantrian.
-Perlu dispesifikkan materi utk diskusi lebih lanjut sehingga bisa lebih mendetil karena banyaknya persoalan yang harus diselesaikan.
-Disarankan lebih konsisten dengan basis unit, atau diubah... (pembenahan sistem)

Peserta Sarasehan:
-Ust M Farchan
-Ust M Ridlo
-Usth Siti Hasanah
-Usth Masfuroh Misfah
-Usth Yanik Kh
-Usth Rimayanti Dewi
-Ust Hanif Fakhrudin
-Ust M Basith
- Staft Litbang

Sunday, January 21, 2007

Menyempurnakan Taqwa dalam Keadaan Bagaimanapun

Khutbah Iedul Adha 1427H di YPAC Surakarta
Oleh: Ust. Aris Hanafiyah, ST.

Alhamdulillah, nahmaduhu wa nastainuhu, wa naudzubillahi min sururi a’malina.
Allahu akbar… Allahu akbar … laa ilaaha illallaah huallahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamdu
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah atas segala rahmat dan hidayahNya.
Marilah kita rayakan hari yang sangat mulia ini. Bersama jutaan kaum muslimin yang berhajji berkumpul di Baitullah Makkah mukarromah memenuhi panggilan Allah. Kita agungkan Allah dengan bertakbir, bertahlil dan bertahmid memujiNya.

Allahu akbar… Allahu akbar … laa ilaaha illallaah huallahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamdu
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Hari raya ummat Islam Iedul Adha ditandai dengan sholat Ied di tanah lapang kemudian dilanjutkan dengan berqurban. Dari asal kata Qoruba-yakrubu-qurbanan yang artinya mendekat /pendekatan. Dalam pengertian agama: Qurban berati: Usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyembelih binatang ternak yang dilaksanakan sesuai tuntunan semata-mata untuk mencari ridho Allah.

Keutamaan berqurban sangatlah mulia. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:
“Tidak ada amalan ibadah lain yang dilakukan oleh manusia yang Allah lebih cintai di hari nahr (Iedul Qurban) selain menyembelih binatang kurban. Sesungguhnya hewan-hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang beserta dengan tanduk-tanduknya, bersama dengan bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan pahala qurban itu.” (HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Al Hakim)
Rasulullah juga memberikan ancaman bagi mereka yang enggan berqurban:
“Barang siapa mempunyai kesempatan (kemampuan) untuk berqurban tetapi tidak mau melaksanakannya, maka janganlah ia dekat-dekat ke tempat sholat kami”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Huroiroh)
Qurban adalah bukti nyata ketaqwaan:
لَن يَنَالَ اللهَ لُحُومُهَا وَلاَدِمَآؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ {37}
“Tidak sampai daging-daging itu kepada Allah, juga tidak pula darahnya, tetapi yang sampai kepa Allah adalah ketakwaan kalian. Demikian Allah memudahkan bagimu agar kamu dapat mengagungkan asma Allah atas segala hidayahnya dan agar kamu memberi kabar gembira bagi orang-orang muhsin”.(QS. Al Hajj: 37)

Allahu akbar… Allahu akbar … laa ilaaha illallaah huallahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamdu
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Lewat mimbar mulia ini, kami ajak seluruh hadirin juga pada diri saya sendiri: Marilah kita bertaqwa dengan sesungguhnya taqwa. Jangan sampai kita mati kecuali sebagai seorang muslim.

Jebakan untuk tergelincir sangatlah banyak. Dunia yang sudah tua ini penuh dengan godaan. Ia akan selalu membuat tergelincir mereka yang lengah. Marilah kita coba meneladani Nabi Ibrohim as Kholilullah dalam mensikapi dunia saat perintah Allah datang mengujinya. Manusia agung pilihan Allah, Ibrohim menerima ujian yang maha berat. Ujian untuk menjadi teladan manusia sepanjang jaman.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا(125)
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlash menyerahkan diri kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibramin yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kekasih-Nya”. (QS. An Nisa’: 125)
Peristiwa penuh hikmah ini diabadikan dalam Alqur’an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ {102}
“Dan ketika anak itu sampai umur (sehingga ia bisa berjuang bersama Ibrahim), (Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu". Ismail menjawab: "Wahai Bapakku, Kerjakan apa yang telah diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapati aku termasuk orang yang bersabar.”(QS Ash Shofat 102)

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah
Marilah terus tingkatkan ketaqwaan kita. Bertaqwa tanpa cari-cari alasan untuk menghindar. Entah alasan malas. Tidak menguntungkan bisnis (maka karyawan tidak diberi kesempatan cukup untuk sholat). Tidak produktif. Atau bahkan alasan bahwa ibadah itu tidak masuk akal sekalipun.

Nafsulah yang menyebabkan manusia tergelincir.
إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ
"Sungguh nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan."(QS. Yusuf: 53)
Nafsu yang dibenarkan oleh akal manusia. Dengan berbagai alasan untuk menolak atau menyepelekan perintah Allah. Sholat dianggap meboroskan waktu. Jihad fi sabillah dicap teroris. Qurban dianggap ritual kuno dan tak ada untungnya. Haji dianggap perjalanan sia-sia dan membuang uang. Naudzu billahi min dzalik.

Tak terkira jumlah orang yang berakal pandai. Sederet gelar disandang tapi tidak mendekatkan pengetahuannya pada makrifat pada Allah. Segudang uang di tumpuk, tapi tidak membuatnya sadar bahwa ada hak orang miskin (zakat-shodaqoh) yang harus ditunaikan. Semakin banyak harta justru semakin miskin jiwanya. Kesempatan dan kesehatan dan kesempurnaan jasmani tidak membuatnya penjadi hamba allah yang paling bertakqwa yang berdiri paling depan mengemban dakwah jihad fi sabillah, tapi justru menjadi hamba nafsu. Betapa mereka yang cantik dan rupawan tapi hatinya kosong dan terjerumus pada penghambaan pada nafsu. Mereka yang sempurna jasadnya dan menjadi pujaan idola manusia tetapi dimata Allah mereka makhluk yang hina. Derajatnya lebih rendah dari binatang. Karena kelakuannya menang kelakuan rendahan.
Laqod kholaqnal insana fi ahsani takwiim tsumma rodadnahu as fala saafiliin.
“Sungguh telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna, lalu kemudian kami kembalikan derajat mereka ketempat yang paling rendah.”
(QS At Tiin: 4)

Sungguh segala yang ada di dunia ini fana. Maka jangan sampai kita tertipu dengannya.
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu “ (QS. Al Hadiid: 20). Carilah kehidupan akhirat. “Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan kekal.”(QS. Al A’la:17)
Dengan berbagai ujian yang menimpa, bencana, kesulitan, kekurangan dan godaan. Bersyukurlah kita masih diberi nikmat Allah yang paling berharga. Nikmat Iman dan Islam.

Allahu akbar… Allahu akbar … laa ilaaha illallaah huallahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamdu
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا
Islam adalah diin sempurna (QS Al Maidah: 5) dan wajarnya suatu kesempurnaan maka ia merupakan sesuatu yang tidak mudah, ia harus diperjuangkan dengan kesungguhan.

Islam merupakan diin yang mencakup aturan tentang badan maupun ruh.
Seimbang antara kewajiban pada diri sendiri, keluarga dan kewajiban pada masyarakat.
Perintah menegakkan sholat dilanjutkan dengan membayar zakat.
Keseimbangan hablu minAllah wa hablu minannaas.
Membutuhkan kemampuan fisik, harta, kekuasaan maupun kekuatan tekad ruh.
Ibadah kepada Allah dengan cara melayani Allah lewat pelayanan kepada ummat.

Allahu akbar… Allahu akbar … laa ilaaha illallaah huallahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamdu
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Allah tidak membebani seseorang kecuali sekadar yang ia mampu.
La yukallifullaha nafsan illa wus aha. Laha maa kasabat wa alaiha maktasabat.

Jika ada kesulitan maka di sana ada rukhshoh (kemudahan). Contohnya dalam ibadah sholat. Tidak bisa sholat sambil berdiri, bisa sholat sambil duduk. Tidak bisa sholat sambil duduk maka sholat dilakukan sambil berbaring. Bagi yang tidak bisa menggerakkan anggota badan maka sholat dapat dilakukan dengan memberi isyarat.

Mereka yang mampu harus berzakat atau menyembelih qurban. Sedang mereka yang tidak mampu maka berhak menerima zakat atau daging qurban.

Dienul Islam menciptakan peradaban masyarakat yang saling tolong menolong. Saling melengkapi. Peduli dan tidak cuek dengan kondisi lingkungan. Islam mendorong terciptanya sistem yang membantu mereka yang lemah agar mampu mencukupi kebutuhannya. Mendorong mereka yang mampu untuk menafkahkan sebagian hartanya untuk dishodaqohkan kepada yang membutuhkan. Mendorong sistem yang memberi kesempatan bagi mereka yang lemah, difabel agar mampu berdikari. Mencegah terjadi pendoliman dari yang kuat dan berkuasa kepada mereka yang rendah dan lemah.

Tetapi batasan akan kemudahan ini bukan seperti apa yang kita mau. Bukan berarti memboleh segala hal dengan alasan keterpaksaan yang dicari-cari. Tapi sampai batas pada apa yang kita mampu. Marilah kita persembahkan amal yang terbaik yang kita mampu.
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إِلا طَيِّبًا
“Sesungguhnya Allah itu baik tidak menerima kecuali yang baik pula.” (HR Muslim)

وَلاَتَيْئَسُوا مِن رَّوْحِ اللهِ إِنَّهُ لاَيَيْئَسُ مِن رَّوْحِ اللهِ إِلاَّ الْقُوْمُ الْكَافِرُونَ {87}
“Dan jangan kamu berputus asa dari Rahmat Allah, sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Allah tidak melihat pada baju dan jasadmu tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatanmu. Semoga segenap amal ibadah yang kita tunaikan diberi ganjaran Allah. Amin.

Allahu akbar… Allahu akbar … laa ilaaha illallaah huallahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamdu

Thursday, September 14, 2006

Pelatihan ICT di STMIK Sinar Nusantara Surakarta


ArtImage by Aris

Hari ini melanjutkan pelatihan yg kemarin dibuka oleh Direktorat PLB bekerjasama dengan STMIK Sinar Nusantara. Jadual pelaksanaannya mulai dari tanggal 12 s.d. 22 September 2006 bertempat di kampus STMIK Sinar Nusantara Surakarta.

Aku peserta pelatihan komput yang paling beda. Para peserta lain sedang sibuk dengan pelatihan dasar komputer aku sudah browsing ke situsku sendiri. Sambil menunggu aku sekalian check email. Ada email dari Gubenur Central Bank of Nigeria :-).

Sebenarnya ini berarti meninggalkan kantor untuk training yang aku sudah bisa. Aku akhirnya mengganti misi training dengan mengobservasi penyelenggaraan training. Hasil observasi adalah:

Peserta
1.Banyak peserta yang memang belum biasa menggunakan komputer.
2.Peserta yang datang dari berbagai SLB di seluruh penjuru tanah air.
3.Peserta umumnya sudah berumur (dibanding aku yg masih muda)
4.Ada yg kepala sekolah, ada yg kepala lab, kepala TU.

Tempat pelatihan:
a.Hotel Surya
1.Hotelnya lumayan oke meski tidak terlihat mewah.
2.Akses kendaraan jelas no problem sebab nempel dengan terminal Tirtonadi.
3.Karena menyatu dengan terminal maka kalau malam tempatnya agak ginama gitu.

b.STMIK Sinar Nusantara Surakarta
1.Tempatnya agak masuk dari Purwosari, tetapi aku tidak tersesat sebabnya ada papan penunjuk yang jelas. Dari sejak jalan Slamet Riyadi sudah ada baliho lumayan eyecatching yang memandu ke baliho ke dua sehingga cukup dengan mengikutinya aku sampai di lokasi.
2.Labnya lumayan OKE dengan tiap lab 20 komputer. Ada 5 lab digunakan untuk pelatihan.
3.Meja komputer benar-benar meja praktikum dengan rangka besi yg kokoh dan monitor di bawah meja.
4.Dual Sistem Operasi: Linux dan Windows, dengan koneksi ke internet
5.Websitenya di www.sinus.ac.id responsif langsung memuat program pelatihan ICT. Hanya alamat hotel yg dicantumkan di Grand Setia Kawan padahal kita pelatihan di Hotel Surya.

Cape wira-wiri, sebab aku juga masih harus nangani snack pelatihan Halaqoh Hujroh untuk guru Assalaam. Kebetulan istri juga lagi sakit dan istirahat di rumah.

Monday, September 11, 2006

Sipenwaru Assalaam 2007 (draft)


ArtImage by Aris

Seleksi calon santri baru, mempunyai arti yang penting karena menyangkut keberlansungan, kelancaran dan peningkatan mutu proses belajar mengajar yang ada di PPMI Assalaam. Seleksi diadakan sebagai upaya untuk membuat keputusan tentang calon santri yang diprediksikan dapat berhasil dalam belajar. Untuk itu diperlukan rencana yang matang agar nantinya seleksi penerimaan siswa baru (Sipenwaru) di PPMI Assalaam benar-benar dapat menjaring santri-santri yang potensial yang akan menjadi modal untuk menghasilkan lulusan santri-santri yang bermutu sebagaimana yang diharapkan.

Sipenwaru Tahun Lalu
Pendaftaran Santri baru PPMI Assalaam yang dibuka dua kali pada tahun ajaran 2006/2007 menghasilkan peningkatan pendaftar sebesar 12 %. Pada perencanaan awal Sipenwaru 2006/2007 dilaksanakan hanya satu kali, namun pelaksanaannya dibuka kembali Sipenwaru gelombang II. Gelombang I dibuka pada pada Januari – Maret 2006. Sipenwaru dibuka kembali untuk Gelombang II pada bulan Juli 2006 setelah menimbang usulan dari MPP Daerah. Untuk Sipenwaru selanjutnya maka sistem dua gelombang ini perlu dibakukan. Catatan jumlah pendaftar dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut:

No. Thn Akademik Jml Pendaftar
1. 2003/2004 593 santri
2. 2004/2005 590 santri
3. 2005/2006 720 santri
4. 2006/2007 803 santri

Agenda Sipenwaru 2007
Merujuk Kalender Akademik PPMI Assalaam tahun pelajaran 2007-2008 maka agenda Sipenwaru 2007 adalah sebagai berikut:

GELOMBANG I
•Pendaftaran: 1 Jan – 17 Maret 2007
•Test Lesan : 9 – 17 Maret 2007
•Test Tulis : Ahad, 18 Maret 2007
•Pengumuman : Kamis, 23 Maret 2007
•Daftar Ulang: 23 Maret - 6 April 2007

GELOMBANG II
•Pendaftaran: 23 – 30 Juni 2007
•Test Lesan : 23 – 30 Juni 2007
•Test Tulis : Ahad, 1 Juli 2007
•Pengumuman : Rabu, 4 Juli 2007
•Daftar Ulang: 4 Juli - 9 Juli 2007

Santri Baru datang: Ahad, 15 Juli 2007
Santri lama datang: Jum'at, 20 Juli 2007

Agenda akademik yang menjadi pertimbangan adalah:
•Ujian EBTANAS SD : sd awal Juni 2007
•Ujian akhir MTs dan SMA: sd pertengahan Juni 2007
•UN SMP : sd pertengahan Juni 2007
•UN SMA : sd akhir Juni 2007
•Awal liburan akhir tahun: 18 Juni 2007
•Awal tahun ajaran baru : Ahad, 22 Juli 2007

Kuota Jumlah Santri
Daya tampung PPMI Assalaam dan jumlah santri yang terdaftar dapat digunakan untuk menentukan kuota jumlah santri baru yang akan datang. Dengan asumsi bahwa jumlah ideal santri perkelas adalah 30 santri dan jumlah kelas seluruhnya di komplek PPMI Assalaam ada 90 kelas (termasuk seluruh kelas di ATC) maka daya tampung yang tersedia: 30 santri X 90 kelas = 2.700 santri. Daya tampung berdasarkan kelas ini tidak persis sama mengingat beberapa kelas digunakan kelas khusus atau kelas kecil yang hanya menampung tidak lebih dari 20 santri. Beberapa ruang kelas juga digunakan untuk kantor, ruang laboratorium dan gudang serta satu ruang digunakan untuk Watatita. Sedangkan daya tampung asrama maksimal = 2315 santri dengan rincian sebagai berikut:

No Asrama Volume Jumlah
1. Kamsartra I 17 x 20 340
2. Kamsartra II 18 x 20 360
3. Kapatra I 44 x 4 176
4. Kapatra II 22 x 4 88
5. Kagatra 22 x 3 66
6. Perum Tipe D 13 x 5 65
Kapasitas asrama Putra: 1095

No Asrama Volume Jumlah
1. Kamsartri I 15 x 20 300
2. Kamsartri II 16 x 20 320
3. Kapatri I 30 x 4 120
4. Kapatri II 32 x 4 x 3 384
5. Kagatri 32 x 3 96
Kapasitas Asrama Putri: 1220

Meskipun demikian beberapa kamar tidak dapat digunakan untuk asrama santri karena digunakan untuk bank (BSM di Kagatri), ditempati pembimbing (Ust dan Ustdzah) dan digunakan untuk kantor OP. Sehingga kapasitas asrama santri kurang dari 2.375 santri. Namun demikian masih dimungkinkan kapasitas asrama ditambah dengan mengalih fungsikan ruang-ruang kelas menjadi ruang kamar. Beberapa ruang kelas di kopel timur dapat di partisi untuk dapat digunakan menjadi areal asrama.

Dari data Bagian Teknologi Informasi didapat jumlah santri aktif sampai dengan bulan Juli 2006 adalah 2198 santri dengan komposisi 1144 santriwan dan 1054 santriwati. Dengan asumsi mutasi santri sampai akhir tahun 50 santri ditambah perkiraan jumlah kelulusan santri yang saat ini belajar maka pembagian kelas untuk masing-masing unit (dengan asumsi seluruh santri kelas 3 lulus/naik kelas dan seluruh TKS melanjutkan ke PPMI Assalaam) adalah sebagai berikut:
Santriwan : 1144
Santriwati : 1054
Jml Total : 2198

Penjaringan Calon Santri Berkualitas
Strategi penjaringan calon santri berkualitas sudah saatnya dilakukan. Salah satu cara adalah dengan menjaring calon santri berkualitas yang merupakan rangking 1-5 dari sekolah potensial. Calon santri yang memenuhi kriteria dapat dibebaskan dari biaya pendaftaran. Kriteria calon santri atau sekolah berpotensi perlu ditetapkan sejak awal untuk menjadi pedoman. Misalnya calon lulusan rangking 1 sd 5 dari lulusan SDIT tertentu bebas biaya test dan cukup menjalani test lesan dan test kesehatan.

Kriteria Santri Jalur Khusus
1.Terbukti Raport Ranking 1-5 sejak dari kelas 1 sampai dengan kelas VI dan berasal dari SD Potensial

2.Calon santri berbakat yang menjadi Juara Internasional/Nasional/Propinsi lomba Iptek dan MTQ

3.Lulus Test Lesan dan Tes Kesehatan

Kriteria SD Potensial
1.Juara NEM terbaik di Kota/Kabupaten
2.SD Favorit di Kota/Kabupaten
3.Termasuk Daftar SD Potensial yang ditetapkan oleh Direktorat PPMI Assalaam

Strategi Promosi Assalaam

Promosi memerlukan strategi untuk secara efektif menyebarkan informasi tentang Assalaam ke masyarakat luas. Dari hasil penelitian walisantri 2006 dan 2007 didapatkan kesimpulan bahwa informasi tentang Assalaam paling banyak didapatkan dari mulut ke mulut lewat hubungan keluarga, teman atau tetangga. Untuk itu kegiatan promosi yang paling berperan adalah promosi Assalaam sepanjang tahun. Promosi ini dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun baik secara aktif terencana maupun pasif. Tiap even, tiap pegawai Assalaam, tiap santri dan lulusan Assalaam dapat menjadi alat dan media promosi Assalaam. Pengelolaan atau manajemen promosi secara terus menerus di bawah kendali Humas Assalaam bersinergi dengan MPP maupun dengan memanfaatkan jaringan alumni IKMAS dan lembaga-lembaga di lingkup Yayasan.

Dengan berbagai layanan berbasis kelas yang baru telah dibuka maka kebutuhan untuk promosi ke masyarakat luas jauh lebih besar. MTs Assalaam membuka Kelas Internasional dan Kelas Olimpiade serta SMA Assalaam membuka Kelas Akselerasi.
Untuk informasi seleksi penerimaan santri baru dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran resmi dibuka. Khusus penyebaran informasi pendaftaran santri baru dapat melalui:
1.Penggunaan leaflet yang bebas bisa difotocopy dan booklet serta VCD.

2.Informasi lewat koran daerah dapat diusahakan dengan bekerja sama dengan MPP Daerah.

3.Penyebaran informasi lewat MPP daerah dan lewat Unit Pemasaran Tiga Serangkai yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

4.Penggunaan iklan pada koran nasional. Untuk penggunaan media ini perlu ketepatan media dan waktu pemasangan iklan.

5.Penggunaan media internet baik lewat situs Assalaam maupun menyediakan informasi interaktif lewat email.

6.Penulisan artikel, surat pembaca, atau pers release di koran nasinal dan daerah atau majalah remaja yang secara tidak langsung mengangkat nama Assalaam.

7.Promosi door to door ke sekolah-sekolah potensial di daerah-daerah atau kota-kota lain yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dari Assalaam.

8.Pemberdayaan jaringan alumni IKMAS untuk ikut menyebarkan informasi Sipenwaru

RAB: masih digodog
Pendaftaran dengan dua gelombang tentu membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandaingkan satu gelombang. Perbedaan biaya antara Gelombang I dan Gelombang II dimaksudkan untuk menghargai komitment lebih tinggi bagi pendaftar Gelombang I. Mendaftar di awal waktu menunjukkan keseriusan pendaftar ke Assalaam. Selain itu dengan biaya lebih tinggi pada Gelombang II maka diharapkan pendaftar akan memilih mendaftar di Gelombang I dan akan memudahkan bagi Assalaam untuk menentukan sejak awal jumlah calon santri yang diterima.

Test Masuk
Tujuan dan maksud diadakan test tidak semata-mata untuk menentukan kelulusan tetapi hasil test juga dapat digunakan untuk:
1.Mengetahui kemampuan akademis calon santri
2.Mengetahui kesehatan calon santri
3.Mengetahui kemauan dan minat calon santri
4.Menentukan kelulusan atau diterima atau tidaknya calon santri
5.Menentukan rangking atau urutan prioritas kelulusan
6.Untuk menjadi dasar kebijakan tindak lanjut pendidikan setelah diterima di Assalaam.

Materi Test Sipenwaru 2007:
1.Test lisan meliputi :
a.Wawancara
b.MTs: Baca / tulis huruf Arab
c.TKs/MA/SMA: Test lesan Bhs Arab dan Bhs Inggris
d.Pemeriksaan kesehatan

2.Test tulis meliputi:
a.Psycometrik test (numerik, verbal, minat bakat dan inventori)

Dari evaluasi pelaksanaan test Sipenwaru tahun-tahun sebelumnya maka pelaksanaan test bisa lebih dibuat lebih ringkas dengan menggunakan test materi Psycometri (numerik, verbal, minat bakat dan inventori) dengan tambahan test perilaku dan motivasi belajar di Pesantren. Tidak diadakan test Matematika dan Bahasa Indonesia karena materi tes sudah tercover pada test psykometri. Untuk materi Test menulis Arab untuk MTs ditiadakan karena sudah tercover pada saat test lesan.

Syarat-syarat pendaftaran:
1.Siswa yang telah duduk di kelas akhir pada satuan pendidikan yang bersangkutan pada tahun pelajaran 2007/2008 atau yang telah lulus pada tahun pelajaran 2007/2008
2.Calon santri datang sendiri ke tempat pendaftaran untuk test lesan dan test kesehatan
3.Mengisi formulir pendaftaran dengan biaya administrasi Rp. 200.000,-
4.Menandatangani surat pernyataan bagi calon wali santri
5.Menyerahkan formulir dan surat pernyataan ke Panitia dengan dilampiri:
6.Fotocopy raport smester I kelas VI SD atau kelas II SLTP yang telah dilegalisir.
7.Pas foto terbaru 3x4 sebanyak 2 lembar.

Komputerisasi Sipenwaru
Dalam pelaksanaan penghimpunan dan pengolahan data Sipenwaru digunakan alat bantu komputer. Hal ini akan mutlak diperlukan dalam pengolahan nilai untuk menentukan kelulusan calon santri. Jika komputerisasi diterapkan lebih luas untuk pendaftaran santri maka beberapa hal yang patut mendapat perhatian antara lain:

1.Belum adanya deskripsi detil dan jelas sejak awal akan menyulitkan komputerisasi. Proses, data masukan, dan kriteria yang dikehendaki harus sudah terdeskripsi lengkap sebelum diprogram.

Komputerisasi butuh waktu penyiapan mengingat Sipenwaru merupakan proses unik sehingga dibutuhkan pemrograman khusus. Tetapi setelah program komputer jadi maka proses pelaksanaan pendaftaran jadi lebih mudah dan terintegralistik.

Komputerisasi akan memudahkan pengambilan keputusan dan mempercepat pengolahan data bahkan bisa secara real time sejak data diinputkan.

Komputerisasi dapat meningkatkan citra profesionalisme, tetapi jika error maka perbaikan atas kesalahan akan sangat sulit dilakukan mengingat terbatasnya SDM yang paham pengolahan database terintegrasi. Untuk itu program komputer yang disarankan adalah program pengolahan data yang databasenya dapat pula diolah ulang dengan aplikasi pengolah database standar Windows (Ms Access dan Ms Excel) guna penyajian data yang lebih fleksibel.

Beberapa data vital yang harus dapat disajikan oleh sistem informasi Sipenwaru adalah sebagai berikut:
1.Daftar calon santri pendaftar dengan identitas lengkap dengan data orang tua wali
2.Daftar copy nilai raport calon santri
3.Daftar nilai hasil test lesan Sipenwaru
4.Daftar nilai hasil test tulis Sipenwaru
5.Daftar Nilai Test Kesehatan
6.Daftar Nilai Test Psikometrik
7.Daftar santri lulus Sipenwaru dalam urutan rangking nilai
8.Daftar santri tidak lulus Sipenwaru
9.Daftar kesehatan santri lulus dengan catatan khusus
10.Daftar santri yg kurang dalam penguasaan baca Alqur’an
11.Daftar santri lulus dengan catatan khusus psikologi utuk pembinaan
12.Daftar calon santri kelas akselerasi (yg dapat mengikuti test saringan berikut)
13.Kuisioner wali santri
14.Surat kesediaan wali santri yg telah ditandatangani dan bermaterei
15.Laporan keuangan pendapatan dan pengeluaran selama Sipenwaru
16.Laporan pertanggungjawaban panitia atas pelaksanaan Sipenwaru

Test Sipenwaru di Daerah
Pelaksanaan tes Sipenwaru dapat diselenggarakan di daerah oleh MPP Daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
1.MPP Daerah mengajukan permohonan pelaksanaan test daerah ke Panitia Pusat untuk mendapatkan persetujuan.
2.Jumlah peserta pendaftar minimal 10 calon santri.
3.Panitia daerah setempat bersedia menanggung biaya pelaksanaan test.
4.Panitia daerah bersedia mempersiapkan akomodasi team Assalaam guna kelancaran test.
5.Panitia daerah menyiapkan tim medis untuk test kesehatan.
6.Panitia daerah berhak memungut biaya test tambahan.
7.Panitia daerah berhak mendapatkan 25% uang pendaftaran.
8.Panitia daerah berhak mendapatkan bonus gratis biaya pendaftaran 1 peserta per kelipatan 10 pendaftar di daerah tersebut.

Pada pelaksanaan test Sipenwaru di daerah:
1.Panitia Pusat akan mempersiapkan berkas materi test tulis berikut lembar jawab.
2.Panitia Pusat akan mengirimkan team test tulis daerah dan penguji lesan.
3.Jadwal pelaksanaan test daerah serempak di seluruh Indonesia bersamaan dengan test tulis Pusat.
4.Seluruh berkas test dibawa ke Pusat setelah pelaksanaan test daerah untuk pengkoreksian.
5.Hasil Test Daerah diumumkan bersamaan dengan pengumuman hasil Test Pusat

Demikian draft rancangan SIPENWARU Assalaam 2007.

Tuesday, September 05, 2006

Homeschooling Ala Pesantren

Berikut adalah makalah hasil dari mengikat makna dengan copy paste. Maunya artikel ini buat Warta Assalaam. Setelah editan pertama jadinya draf tulisan yg masih loncat-loncat ndak karuan. Maklum sumber data berserak dari beragam artikel yg dicopy paste. Waktu kuminta editor Warta untuk membaca jelas saja protes. Artikelnya terkotak-kotak... tolong diedit dulu...


Homeschooling ala pesantren
Setiap orang tua menginginkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Berbagai jenis sekolah saat ini telah muncul bagai jamur di musim penghujan. Semua mengiklankan diri sebagai sekolah dengan nilai plus agar dipilih orangtua bagi anaknya. Ada yg memakai bahasa asing, menyediakan beragam aktivitas di luar kelas, ruang kelas ber-AC, hingga sekolah yg mengklaim diri menggabungkan kurikulum luar negeri dan kurikulum berbasis kompetensi dari Diknas.

Apa pun yang ditawarkan sekolah-sekolah itu, ternyata tidak kunjung bisa memenuhi keinginan semua orangtua. Sampai saat ini masih banyak kritik yang terlontar tidak saja dari orangtua, tetapi juga masyarakat, pemerhati pendidikan, hingga pemilik lapangan pekerjaan. Baik karena mutu pendidikan yang rendah, kemerosotan akhlak siswa, juga ketidakmampuan lulusan sekolah dalam menghadapi realitas permasalahan di lingkungan masyarakat. Betapa banyak anak sekolah justru menjadi anggota geng kenakalan remaja, tawuran, dan mengkonsumsi narkoba lewat pergaulan sesama teman sekolah. Banyak pula lulusan sekolah justru menjadi penganggur karena sekolah lebih mengajarkan keseragaman dan bukan kreatifitas. Pakar pemasaran Jack Trout, pernah menulis buku yang sangat berpengaruh, Differentiate or Die yang menegaskan bahwa di era saat ini perbedaan adalah sangat penting dalam berkompetisi. Tanpa ada pembedaan maka produk akan mudah dilupakan konsumen. Demikian pula keseragaman yg dibentuk sekolah justru akan mematikan potensi siswa untuk kreatif dan survive dilapangan yg penuh persaingan.

Mendidik Tidak Sama dengan Menyekolahkan
Berbincang masalah homeshooling maka topik pertanyaan kini bergeser. Dari mempertanyakan legalitas lulusannya kepada pertanyaan yang lebih esensial, mampukah orangtua mendidik anaknya sendiri sebaik pendidikan formal? Ini karena undang-undang pendidikan saat ini telah mengakui pendidikan luar sekolah tidak saja dapat menjadi pelengkap namun juga dapat menggantikan pendidikan sekolah. Tinggal seberapa kesiapan orangtua mendidik anak-anaknya.

Di samping alasan tidak puas dengan hasil pendidikan sekolah saat ini, alasan kendala jarak, atau keinginan agar orang tua lebih banyak berinteraksi dengan anak, ada pertimbangan lain yang menarik yaitu keinginan menanamkan nilai-nilai Islam sesuai keinginan orangtua. Ketiadaan jaminan bahwa anak dididik di sekolah sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai orangtua membuat sebagian orangtua bersikeras mendidik anaknya sendiri di rumah.

Pendidikan juga meliputi pembentukan kepribadian, bukan hanya mengajarkan pengetahuan. Bukan sekedar know how tetapi being. Untuk membentuk kepribadian maka rumusnya adalah pembiasaan. Pembiasaan ini baru berhasil jika lingkungan mendukung. Harus ada contoh konkrit yang bisa ditiru dan jadi panutan. Harus ada pengalaman sehari-hari yang langsung dirasakan. Tentu dengan konsekuensi merasakan hukuman yang kadang berupa kegagalan yang pahit. Lingkungan sekolah dalam hal ini seringkali gagal dalam menyajikan realitas yg membentuk kepribadian yg tangguh. Yang lebih banyak diberikan adalah teori dan pelajaran untuk dihafalkan.

Betapa menjamurnya sinetron TV saat ini yang menggambarkan kehidupan penuh glamour dan hanya menjual mimpi. Sering sinetron mengumbar kekerasan dan mengeksploitasi seks untuk mendapatkan rating pemirsa yang tinggi. Sinetron seperti ini sungguh tidak layak ditonton. Lantas bagaimana membatasi dan mensensor tontonan anak jika ternyata orangtuanya sendiri hobinya nonton sinetron? Bagamana pula membatasi nonton film jika ternyata film kartun anak pun tidak lagi aman ditonton? Beberapa film seri anak seperti Dragon Ball, detektif Conan, Sincan juga SamuraiX jauh dari tontonan yang mendidik. Film anak itu penuh dengan adegan kekerasan, pembunuhan dan prilaku kasar serta prilaku buruk lain yang tak pantas dilihat anak.

Kurikulum dan Materi Belajar
Orang tua homeschoooling harus kritis dalam mengajarkan materi kepada anak-anaknya. Untuk apa materi ini diajarkan jika kemudian tidak bermanfaat bagi anak pada kehidupannya. Setiap sesuatu yang diajarkan atau dibacakan untuk anak selalu dicoba untuk menterjemahkan sebaik mungkin ke dalam realitas. Ini yang berbeda dengan sistem sekolah yang seringkali hanya mengajarkan pengetahuan hanya sekedar untuk dihafal tanpa melihat kontek permasalahan yang dihadapi anak. Anak-anak homeschooler belajar sangat dini perbedaan antara mengetahui nama sesuatu dibandingkan mengetahui hakikat sesuatu.

Dalam hal kecepatan belajar maka sistem homeschooling sangat adaptif dengan kemampuan anak. Hasilnya bukan lebih lambat, banyak di antara anak homeschooler baru berumur 16 tahun tetapi sudah menyelesaikan materi SMA. Homechooling menggunakan jadwal belajar tidak ketat seperti di sekolah tetapi disesuaikan dengan kebutuhan materi yang dipelajari. Mereka juga tidak mengenal liburan panjang sekolah karena mereka belajar hampir sepanjang tahun di saat liburan sekalipun.

Salah satu kunci sukses belajar di luar sekolah adalah antusiasme. Hampir bisa dipastikan hanya mereka yang antusias yang akan berhasil di’sekolah’ yang aturannya sangat fleksibel ini. Prinsipnya seperti kata-kata bijak Aristotle:We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit. Dan untuk membangun antusiasme maka metode yg paling efektif adalah dengan mengikuti hobi anak dan cara apa yang paling mereka sukai.

Saat ini tersedia banyak sekali sumber belajar. Baik buku-buku ajar, ensiklopedia, CD pendidikan, chanel TV pendidikan, sampai internet sebagai sumber informasi yang berlimpah. Jika sumber belajar melimpah maka anak dapat mempelajari lebih banyak dari pada tuntutan kurikulum atau tuntutan orangtuanya. Keingintahuan anak seringkali tumbuh begitu kuat sehingga sanggup belajar dalam waktu yang lama dengan intensitas yang tinggi. Di negara-negara maju tidak sedikit keluarga yang memilih menyekolahkan anaknya di rumah dengan alasan banyak lembaga pendidikan resmi yang menyediakan kurikulum dan silabus sejak tingkat TK sampai perguruan tinggi. Media internet digunakan secara aktif untuk mengirimkan bahan belajar maupun bahan test secara online.

Sistem Ujian
Dalam mengerjakan bahan ujian, maka kejujuran orangtua sangat diuji. Apakah dia mau membiarkan anak mengerjakan sendiri atau dibantu. Kebanyakan pembelajar alam tidak lagi terlalu mengejar nilai bagus. Mereka tidak lagi disibukkan dengan mengejar gengsi rangking kelas dan lebih menekankan mengajarkan kejujuran pada anak akan hasil kemampuan diri yang sesungguhnya.

Untuk homeschooler dengan lisensi asing lewat internet maka lembar jawaban ujian dikirim kembali ke lembaga pendidikan jarak jauh untuk dinilai. Jika lulus ujian maka anak akan mendapat sertifikat sehingga bisa melanjutkan ke jenjang berikut. Banyak lembaga pendidikan internasional jarak jauh yang sertifikatnya diakui di Indonesia sebagai lulusan dari luar negeri. Lulusan homeschoooling terbukti ada yg diterima di UI.

Peserta homeschool memang harus mengikuti ujian kesetaraan bila ingin kembali melanjutkan pendidikan ke sekolah formal. Mereka bisa mendapat ijasah kesetaraan di pendidikan nasional melalui paket ujian A (SD), B (SMP), dan C (SMA). Jika mereka lulus, berarti kemampuannya sudah setara.

Sebelum itu, mereka mesti mendaftar di lembaga pendidikan nonformal, seperti pusat kegiatan belajar masyarakat atau lembaga kursus yang menyediakan persiapan dan ujian tersebut. Saat ini terdapat lebih dari 3.000 lembaga yang tersebar di berbagai daerah. Setelah terdaftar, mereka dapat mengikuti proses pendidikan dalam waktu tertentu di sana, baru kemudian ikut ujian. Berbekal tanda lulus ujian itu, homeschooler bisa mendaftar ke sekolah formal yang ada.

Sistem Belajar
Homeschooling menggunakan sistem belajar yang disesuaikan dengan kondisi anak dan orangtua. Salah satu cara belajar homeschoooling adalah sistem campuran. Sistem belajar yang sebagian di rumah, separuh lagi di Morning Star Academy (MSA), sekolah yang mendukung program bersekolah di rumah. Setiap anak bersekolah hanya tiga hari dalam seminggu, yakni Senin-Rabu-Jumat atau Selasa-Kamis-Sabtu. Semua orangtua murid terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah ini. Bahkan, 90 persen guru MSA adalah orangtua murid. MSA juga menyediakan modul panduan belajar berstandar internasional. Tiap modul seharga Rp 2,5 juta untuk setahun belajar.

Program homeschool model MSA ini telah ada sejak tahun 2002. Diawali 20 keluarga dengan 50 anak, yang berkumpul di Jakarta Selatan untuk menyelenggarakan pendidikan bersama. Jadilah tempat itu sebagai komunitas untuk bersosialisasi dan belajar. Kini tercatat 150 keluarga dan sekitar 300 anak bergabung di MSA. Sayangnya MSA yang merupakan lisesi luar negri ini adalah asosiasi pendidikan kristen, sehingga banyak keluarga muslim belum menerima dan ingin mengembangkan model homeschooling yang islami. Homeschooling ala pesantren.

Di daerah juga muncul pendidikan alternatif yang berbasis masyarakat. Sistem sekolah model SMP terbuka seperti SMP Alternatif Qoryah Thoyyibah di Salatiga dan SMP Alternatif Otek Makmur di dusun Glinggang Kemusu Boyolali adalah sekolah yang relatif ‘bebas’ dalam menentukan kurikulum dan sistem pembelajaran. Dan kalau dicermati sesungguhnya program TV seperti Kontes AFI, KDI, Pildacil atau API juga salah satu bentuk homeschooling. Bahkan tradisi pesantren lama sesungguhnya pun menerapkan prinsip homeschooling. Santri-santri tidak masuk kelas berdasarkan usia tertentu tetapi pembelajaran menggunakan sistem sorogan dan bandongan. Santri-santri yg rajin dan pandai bisa lulus lebih cepat. Tapi ada juga yg bertahun-tahun tidak lulus pesantren karena cara belajarnya nyantai.

Komunitas ‘Berkemas’ binaan Ibu Yayah Komariah
Apa yg diusahakan oleh Ibu Yayah Komariah, ketua Komunitas Homeschooling BERKEMAS, patut dijadikan rujukan. Berangkat dari keprihatinan nasib pendidikan anak-anaknya yang sering ia tinggalkan karena sibuk mengajar SDIT yang fullday. Sementara itu anaknya sendiri tidak mampu sekolah di tempat ia mengajar arena biayanya yg tinggi. Daripada mengurusi anak orang lain tetapi anak sendiri tidak terurus maka ia keluar dari tempat mengajar dan mulai mengajar anaknya sendiri di rumah. Beberapa anak tetangga kemudian bergabung. Pengajarnya pun mulai beragam karena Berkemas memanfaatkan keberadaan tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan sekitar. (Takmir masjid, pensiunan dinas perkebunan, LSM).

Dibutuhkan kreatifitas yang tinggi untuk mengatasi berbagai kendala yg muncul. Bahan-bahan belajar cukup difoto copy. Pengalaman mengajar dengan diterapkan kepada anak-anaknya sendiri. Jika ingin mengajarkan alat transportasi anak-anak Berkemas langsung diajak keliling kota dengan menggunakan alat transportasi yg tersedia. Naik bus kota, naik Transjakarta atau Busway kemudian naik kereta. Selain mengunjungi terminal bus dan stasiun kereta anak-anak juga diajak ke bandara dan pelabuhan. Anak-anak mengalami sendiri naik berbagai alat transportasi lalu diminta menuliskan pengalamannya.

Pendapat para tokoh
Sementara itu, pengamat pendidikan Dr Arief Rachman MpD mengatakan, materi bersekolah di rumah sebenarnya tidak ada bedanya dengan pendidikan di sekolah. Namun penyampaiannya yang berbeda, karena di rumah memakai pendekatan yang lebih personal. Bersekolah di rumah mengembalikan konsep dasar pendidikan, yakni pada keluarga, bukan pihak lain seperti sekolah. Anak menjadi mandiri dan hubungan dengan keluarganya harmonis.