Monday, June 12, 2006

Libur Ngeblog

Assalaam sedang menghadapi ujian lalu libur sampai Juli. Ini berarti akses ke internet Assalaam terpaksa dihentikan dulu. Selama ini akses internet terutama dibiayai dari santri yg ke Lab. Saat ujian santri dilarang internetan. Lab komputer Assalaam tutup. Jadi mohon maaf jika uploadnya tidak uptodate lagi. Termasuk email juga jadi tidak sering dijawab. Sebab aku kudu lari ke warnet dan bayar.
Sekali lagi mohon kesabarannya...

Berikut foto-foto aksi LZIS dari lokasi bencana

ArtImage by Aris
Menebar bantuan



ArtImage by Aris
Hari 1 dilokasi gempa



ArtImage by Aris
Rumah Ustadzah Ari di Gantiwarno Klaten rata dengan tanah. Semingu kemudian beliau menikah dengan Ust Abdul Ghofar untuk membina rumah tangga baru di atas puing-puing.
"Allahu Akbar"



ArtImage by Aris
Bersiap mendirikan Dapur Umum di Pokso Penanggulangan Gempa LZIS



ArtImage by Aris
Bantuan LZIS langsung ke lokasi gempa

Monday, May 29, 2006

Musibah Gempa Jogja - Jateng

This summary is not available. Please click here to view the post.

Sunday, May 14, 2006

The Power of Siplicity

Mencari penyelesaian masalah ruwet dengan cara simpel

Mestinya aku tidak perlu heran jika YMPI mendatangkan konsultan dan pakar manajemen untuk mencari cara agar Assalaam dapat kembali sukses mengungguli lembaga pendidikan lain. Ditengah jumlah santri yang menurun tidak seperti saat jayanya dulu. Banyak lembaga juga melakukan hal yang sama. Dan selalu ada pakar dan konsultan yang bersedia datang dengan berbagai resep canggih berbiaya mahal.

Menurut Sculley bahwa pesatnya perkembangan teknologi (Flashdisc 500 Gb), kemudahan komunikasi (pake HP 4G), kompleksitas perekonomian global (sulitnya menebak naik turunnya dolar), dan laju bisnis yang semakin cepat (Honda meluncurkan Avanza dan puluhan merk lain sementara mobnas Timor hilang dari muka bumi), telah menciptakan lingkungan yang menumpulkan pikiran orang-orang. Orang-orang sepertinya jadi semakin malas berfikir.

Menurut Jack Trout sebenarnya tidak serumit itu permasalahannya. Hanya saja terlalu banyak orang di luar sana (yg tidak tahu benar permasalahan) yang membuat segala sesuatu menjadi rumit. Dan media masa menurutku semakin membuat segala permasalahan menjadi semakin tampak gawat dan rumit.

Dalam buku ‘The Power of Siplicity’, Trout berusaha mencari esensi dari masalah dan cara mengatasinya dengan cara sederhana dan efektif. Di sepanjang buku ditampilkan kata-kata pilihan dari para pemikir terkemuka yang menghadapi masalah dengan cara sederhana.

Tajam tur kejam
Bacaan baruku ini agak beda dengan bacaanku sebelum-sebelumnya. Buku loak yang kubeli dengan harga 15.000 ini memuat banyak bantahan terhadap buku-bukuku yang lain. Karena bukuku yang lain itu komplek and canggih (alias ruwet), sedang The Power of Siplicity adalah buku yang menentang keruwetan.

Bayangkan 7 Habbit Steven Covey yang kukagumi di kritik. Ini gara-gara menurutnya masalah sederhana yang sebetulnya ditawarkan tapi dikemas Covey menjadi ruwet. Dan tentunya jadi kelihatan canggih. Pengkotbah Tony Robbin dan Norman V Peale juga tak lepas dari kritiknya. Aku sempat gemes juga sebab aku pernah ngefan sama bukunya Peale tahun akhir 80-an seperti buku Berjiwa Besar atau buku You Can If You Tink You Can. Buku-buku itu sempat menjadi pelecut semangatku untuk merubah diri.

Menurut Trout ini tidak berati setiap konsultan yang menulis buku itu buruk. Peter Drucker adalah salah satu yang Trout suka karena kejernihan pikiran yang disampaikan. Tapi karena terlalu bayak 'RobinHood' lain yang berusaha merampok si kaya (ide besar) maka ia jadi kritis terhadap konsultan-konsultan bisnis yang kebanyakan ngawur. Hanya jual kerumitan dan slogan-slogan kosong. Kalau mau lebih serius menelaah para guru manajemen, pengkotbah dan penceramah New Age ini bisa dirujuk buku The Witch Doctors karya John Miclewai.

Demikian banyak nasehat Trout yang bersikap kejam. Melawan basa-basi. Dan sedikit sinis. Kayaknya sinkron dengan buku sebelumnya Marketing Welfare. Buku Trout yang menganalogikan stategi pemasaran yang berhasil adalah strategi perang. Untuk menang perang ya harus efisien dan kejam.

Simplisity dalam menulis
Dalam menulis Jack Trout memberikan tips. Yang esensi dari menulis adalah sampainya ide. Jadi jangan diperumit dengan tambahan kata-kata yang semakin membingungkan. Kalimat pendek. Bahasa mengobrol. Pakai kata yang familier. Gunakan istilah yang dikenali pembaca. Jangan mengulang-ulang tapi manfaatkan keragaman secara penuh. Menulis itu mengekspresikan sesuatu bukan untuk mengesankan.

Para pemikir besar seperti Boris Pasternak dengan Dr Zhivago, Imam Al Ghazali dengan Ihya Ulumuddin meramu pembahasan yang begitu dalam dengan kalimat-kalimat sederhana. Buku-buku Fiqh kontemporer laris karangan DR Yusuf Qordowi yang membahas persoalan berat juga menjadi mudah ditangkap karena menggunakan kalimat sederhana yang mudah dipahami.

Pakailah teorinya Robert Gunning tahun 50an yang merumuskan Gunning Fog Index. Hitung jumlah kata dalam kalimat. Jika rata-rata kalimat menggunakan terlalu banyak kata maka fog indeknya jadi besar. Jika panjang suku kata dalam kata yang dipilih terlalu panjang, alamat fog indeknya besar. Dan bila fog indeknya semakin besar berarti pembaca akan semakin kesulitan memahaminya.

Untuk penulisan yang jernih gunakan nasehat Bill Moyer: Kosongkan ransel anda dari semua kata sifat, kata keterangan dan anak kalimat yang akan membebani langkah anda (dalam menyampaikan ide). Memang biasanya tambahan kata-kata itu hanya membuat bertele-tele dan terlihat keren. Sayang maksud yang disampaikan malah tidak tercapai.

Begitulah kiranya resensi buku The Power of Simplicity ini juga harus berhenti. Agar simpel dan tidak kehilangan fokus. Wallah.

Tebak-Tebakan (2)

ArtImage by Aris
Berikut ini tebak-tebakan dengan bentuk soal cerita: (ada 11 pertanyaan)

1. Mengapa Batman pakai topeng dan bajunya hitam? (Superman khan tidak?)

2. Mengapa kaus Superman ada tulisan S di dadanya? (Batman khan tidak?)

3. Bapaknya merokok pake pipa, ibunya menjahit dan anaknya menjerit-jerit, kalau pergi sukanya rombongan, apakah itu?

4. Kalau lagi dipakai, ibunya dielus-elus, anaknya diinjak-injak. Apa hayo?

5. Angsa putih berenang di kolam, jika kelamaan jadi hitam. Apa hayo?

6. Ada tiga ekor binatang, yang dikejar tidak bisa lari, yang mengejar tidak punya kaki, sedang yang menonton tidak punya kepala. Binatang apa sajakah itu?

7. Kalau berhenti kakinya sepuluh tapi kalau berjalan kakinya dua. Apa hayo?

8. Aku selalu ada di depan surau di tengah pasar, seni dan seniman tidak berarti kecuali aku ada di depannya, sapi jadi panas tanpa aku, dan aku selalu nempel di tengah lipstik para wanita. Apakah aku? (Jangan berpikir porno yaa...)

9. Rambutnya jarang tapi panjang, lehernya jenjang, suka dipeluk dan kalau digelitik dan dicekik maka keluar suaranya yang merdu. Siapakah dia?

10. Bibirnya menempel ketat di lubang atas, jari-jarinya mencari-cari lubang kecil di bawah, kadang mendesis tapi suaranya merdu. Sedang ngapain dia? (Jangan berpikir porno yaa...)

11. Punya roda tapi tidak bisa berjalan, meski tidak punya lampu tapi punya batu dan bisa menyala?

Coba tebak kalau memang jagoan. Jika penasaran boleh kok kirim email ke arishanafi@yahoo.com untuk tahu jawabannya. Bagi yang juga punya tebakan lain boleh juga nimbrung atau barter. Let's having fun!

Perencanaan Masa Depan (Part 2)

ArtImage by Aris
Kalau membahas perencanan pasti ada kaitannya dengan masa depan. Untuk itulah digunakan predikasi atau ilmu menebak. Inilah pentingnya visi. Pentingnya forecasting dan menganalisa trend. Sayangnya trend masa depan sering tidak sama dengan apa yang diprediksikan. Sementara visi para directur yang seharusnya menunjukkan dengan jelas sesuatu tapi malah kabur. Sehingga para perencana (dituntut atau memang ditunjuk untuk itu) malah menyerah atau tutup mata dengan masa depan karena saking sulitnya menebak apa yang bakal terjadi.

Kalau diminta berapa nilai tukar rupiah terhadap dolar untuk tahun depan aku tidak bisa memprediksi. Kalau ditanya berapa harga bensin tahun depan, aku cuma kasih saran tunggu jasa kepastiannya tahun depan. Berapa kenaikan TDL listrik tahun depan dan berapa pula harga gas LPJ tahun depan? Aku tidak tahu. Kalau ditanya inflasi tahun depan aku hanya bisa bilang paling masih dua digit. Pastinya tidak tahu. Sehingga berapa kenaikan harga sembako akibat inflasi pasti tinggi. Tapi tidak tahu persis berapa. Akhirnya kalau ditanya investasi apa yang paling menguntungkan, aku angkat tangan.

Begitu juga pertanyaan berapa jumlah santri Assalaam tahun depan, aku geleng kepala. Meskipun aku bisa saja menebak bahwa jumlah santri menurun. Persisnya berapa aku tidak tahu. Rumusannya kira-kira didapat dari data berikut. Kalau tahun lalu setelah Sipenwaru jumlah santri 2050 dan sekarang diprediksikan jumlah santri diterima Sipenwaru 350an sedangkan jumlah santri lulus dan tidak melanjutkan kira-kira 500an (berdasar penelitian preferensi Litbang). Data dan santri per April 2006 berjumlah 1902 maka kira-kira jumlah santri 1750an (Rekap Santri dari Subbag Data dan Informasi). Jika asumsi pendaftar baru untuk Sipenwaru tambahan bulan Juli kira-kira 150an (berapa pastinya masih menunggu panitia Sipenwaru MPP) maka jumlah santri Assalaam tahun ajaran 2006-2007 adalah 1900an. Alias terjadi penurunan 150an santri dari tahun kemarin.

Anda percaya dengan prediksi itu? Atau tidak percaya karena asumsi yang digunakan salah karena tidak valid? Atau salah rumusan? Atau ndak jelas angka pastinya sehingga tidak mungkin bisa dipredikasi? Atau mumet dengan rumus, angka dan asumsinya? Kalau jawabannya ‘Ya’ berarti anda tidak sendiri.

Sekarang bayangkan jika kemudian aku ditanya: “Kira-kira berapa seharusnya syahriah santri Assalaam tahun ajaran depan?” Aku angkat tangan. Nyerah! Sebab selain jumlah santri yang tidak ketemu, kenaikan BBM, gas dan listrik yang tidak terprediksi serta berapa kenaikan harga-harga akibat inflasi yang masih lebih dari dua digit membuat semua variabel penentu syahriah tidak bisa diprediksi. Apalagi berapa walisantri yang sanggup membayar syahriah 500ribu, 600ribu dan 700ribu juga tidak pasti. Akibatnya berapa jumlah wajarnya syahriah santri jadi aku tidak tahu. Yang jelas naik. Baru sebatas itu.

Meskipun sulit diprediksi tapi kita tetap harus bikin rencana. Bikin program kerja untuk setahun ke depan. Sebab jika gagal merencanakan, berarti sesungguhnya kita telah merencanakan kegagalan. Perencanaan pada hakikatnya adalah memilih hal-hal penting saat ini untuk diwujudkan di masa depan guna mencapai tujuan yang dikehendaki.

Mereka yang bertanggungjawab kepada masa depan adalah mereka yang bisa write his own script and live with it freely. Merencanakan berarti menulis apa yang akan dikerjakan dan mengerjakan apa yang telah ditulis. Kalu mau sedikit perhatian inilah sebenarnya yang menjadi landasan sertifikasi ISO.

Biar jadi tambah pemikiran tolong jawab sederet pertanyaan filosofi berikut. Mengapa sih kita susah banget memprediksi masa depan? Bukankah ada pribahasa bahwa mereka yang menanam pasti menuai? Man yazro’u yahshudu? Mereka yang berakit-rakit ke hulu akan berenang-renang kemudian? Mereka yang menggali lubang akan terjerumus ke dalamnya? Man khofaro khufrotan yaqo’u fiiha? Apakah pribahasa indah tadi sudah tidak berlaku lagi saat ini? Atau kita salah memahami makna pribahasa?

Yang jelas ada hadits Nabi yang bisa kita jadikan pedoman dalam menilai hasil perencanaan kerja.
Siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin berarti ia telah celaka
Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin berarti ia tertipu
Maka beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin


Waallahu a'lam bishowab.