Thursday, August 20, 2015

Ria' laporan kholash di group

Salah satu ketentuan group adalah lapor kalau sudah selesai tugas hariannya. Tanpa laporan tdk ada perlunya join group.
Tapi laporan ini bisa saja menimbulkan sifat ria' karna amalan kita dilaporkan di group yg berarti dpt dibaca semua org di group (seolah seperti pamer).

Sholat fardhu yg afdhol ya jamaah bukan sendirian. Jangan karna takut ria' kita lantas tdk jamaah. Jadi ria'nya yg dihilangkan bukan jamaahnya.

Dakwah (tabligh) yg bener ya koar-koar pakai sound ketika jamaahnya buanyak di lapangan. Jangan karna takut ria' kita tdk pernah mau mengisi tabligh akbar. Jangan rakut ria' atau tdk akan ada tabligh.

Tapi amalan yg ditampakkan bisa jadi jebakan ria', maka niatnya yg bener sejak awal. Lantas dilatih sampai jadi kebiasaan ikhlas. Sekali dua mungkin belum ikhlash tapi jika sudah sering lama2 ikhlash jadi mudah.

Jadi laporan digroup harus terus dilakukan, rutin, ikhlasnya diusahakan.

Semoga Allah memudahkan segala urusan kita. Terutama urusan hati yg mudah berbolak balik.

Hukum memasang foto

Ada hadits yg menunjukkan larangan memasang gambar. Zaman Rasul adanya gambar, tdk ada foto. Menyamakan gambar dgn foto tdk tepat kecuali alasan atas larangan dibuatnya gambar dan foto itu sama. Maka coba dilihat dulu konteksnya.

Pada saat itu menggambar org atau membuat patung yg dipajang tujuannya utk memulyakan atau memujanya (kultus). Inilah yg menyebabkan larangan gambar dan patung dipasang. Islam datang utk menghapuskan idolatery /patung yg disembah. Syirik yg sudah mendarah daging harus dikikis habis. Jika hanya berbentuk boneka mainan atau gambar buat alas bantal maka tdk mengapa. Karna tujuannya tdk utk dikultuskan bahkan cuma sbagai alat mainan.

Jika kita pasang gambar atau foto atau bahkan karikatur / simbol yg bertujuan kultus maka ini pasti dilarang dlm Islam.

Bahkan Rasulullah dilarang utk digambar juga agar umat Islam tdk terjatuh mengkultuskan, seperti umat kristen terjatuh pd mengkultuskan nabi Isa. Yang akhirnya menuhankannya.

Umat Islam ada juga yg memajang gambar / foto Ulama / Kyai / Habib yg sangat mungkin bisa terjatuh pd kultus. Ini sebaiknya dihindari.

Gambar atau ilustrasi orang utk keperluan teknis atau utk pendidikan jelas boleh.

Termasuk di dalamnya foto utk identitas (KTP, SIM, KTA, paspor dsb). Juga film (yg sejatinya foto bergerak) utk keperluan dokumentasi, identifikasi keamanan, dakwah atau pendidikan hukumnya boleh. Bahkan berpahala jika manfaatnya besar.

Wednesday, June 25, 2014

Jerusalem in The Qur'an. Resume Bag 3

Resumed by Aris IM4

Kalau ada yg pernah menyaksikan ceramah Imran N Hosein (via youtube) pasti akan takjub karna beliau selalu membahas permasalahan terkini berkait permasalahan umat dengan dalil Alqur’an dan hadits dengan interpretasi yang unik dan sulit dibantah. Ini karena sangat jarang ulama yg mampu memberi penjelasan memuaskan berkait dengan permasalahan aktual umat Islam seperti zionisme, ekonomi ribawi yang dianut hampir seluruh dunia bahkan di negri muslim, krisis Crimea (pecahan Rusia) dan maupun krisis Suriah dan Iraq. Khusus berkait krisis Iraq dengan perkembangan jihadis ISIS yg telah menguasai 4 kota di Iraq termasuk kota terbesar ke dua Mosul, menurut beliau adalah sekenario zionis untuk membuat perang antar sunni vs syiah sehingga yang paling diuntungkan adalah zionis yahudi dengan hancurnya negri-negri muslim.

Buku Jerusalem in The Qur’an menawarkan landasan berpikir untuk dapat mengantisipasi strategi zionis menghancurkan negri-negri muslim, menguasainya dan mewujudkan tujuan akhir  untuk menjadi penguasa dunia setelah USA meredup. Buku ini mematahkan klaim Yahudi untuk menguasai Tanah Suci Jerusalem.

Alqur’an menyatakan bahwa Tanah Suci, termasuk Jerusalem pernah diberikan kepada Bani Israel. Namun ada syaratnya bagi pewaris tanah suci Jerusalem. Yahudi telah melanggar syarat/aturan itu sehingga diusir oleh Allah dari Jerusalem.

DR. Daniel Pipes, dalam artikelnya yg diterbitkan surat kabar Los Angeles Times (“Jerusalem Means More to Jews than to Muslims”, Jerusalem Lebih Berarti bagi Umat Yahudi daripada Bagi Muslim, 21 Juli 2000), berusaha menolak klaim Islam terhadap Jerusalem dengan mengatakan bahwa Jerusalem: “tidak disebutkan sekalipun dalam al-Qur’an atau dalam peribadahan.”

Kata Jerusalem memang tidak disebut di Alqur’an tapi Alqur’an merujuk kata ‘Kota’ (Qaryah) yang dihancurkan, penduduknya diusir, dan dilarang kembali untuk memilikinya lagi (QS Al Anbiyah, 21:95-96) adalah kota Jerusalem. Nama menurut bahasa Arab untuk Jerusalem adalah “Bait al Maqdis”, Rumah Suci, pernah disebutkan dalam Hadits shahih Bukhori. Nama menurut Romawi yaitu Aelia juga disebutkan dalam nubuat yang sangat penting dari Nabi Muhammad SAW.

Allah menyebutkan tentang kisah Nabi Musa yg menghantarkan kaum Yahudi ke Tanah Suci melarikan diri dari kejaran Fir’aun yg menindasnya. Menyebrangi laut, malalui Sinai untuk sampai ke Jerusalem. Memasuki gerbangnya dengan berani dan membawa kemenangan meskipun ada musuh di dalamnya yang kuat dan ganas. Jerusalem disebut sebagai Ardhul Moqoddas (Tanah Suci). (QS. Al Maidah, 5:20-21).

Lalu lihatlah bagaimana berartinya Jerusalem dalam sejarah syariat sholat umat Islam. Umat Islam telah diubah kiblatnya dari Baitul Aqsho di Jerusalem ke Baitullah Kakbah di Makkah.  Kronologinya bisa kita urutkan:

  1. Sebelum sholat diwajibkan bagi umat Islam Rasullah biasa sholat menghadap masjidil Aqsho. Seperti Nabi-Nabi  terdahulu (Musa AS, Daud AS, Sulaiman AS dll sampai Isa AS)berkiblat saat rukuk dan sujud menghadap Allah SWT.
  2. Isro’ memperjalankan Rasulullah dari Majidil Haram ke Masjidil Aqsho. Lalu Mi’roj Rasullah ke Sidrotul Munthaha untuk menerima syariat sholat wajib lima waktu. Saat itu kiblat sholatnya masih ke Masjidil Aqsho.
  3. Cara favorit Rasulullah saat sholat sebelum hijrah adalah sholat menghadap Kakbah segaris dengan arah Masjidil Aqsho. Sholat menghadap kedua kiblat.
  4. Setelah hijrah Rasullullah tak bisa lagi menghadap kedua kiblat karena letak keduanya yang bertentangan dari arah Madinah.
  5. Peringatan terhadap Kaum Yahudi dan Nasrani untuk masuk Islam telah sampai pada titik akhir. Banyak kaum yahudi yang malah melecehkan syariat Islam. Maka kiblat sholat, kiblat untuk menyembah Allah, dipindahkan dari Masjidil Aqsho ke Masjidil Haram.

Peristiwa Isro dan Mi’raj adalah mu’jizat Rasullullah untuk menguji keimanan. Apakah mereka percaya ataukah kafir dan mentertawakan Rasulullah sebagai orang gila.

“Maha Suci (Allah), yang telah Memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjid al-Haram ke Masjid Terjauh (al-Aqsha), yang di sekitar (wilayahnya) Kami berkahi, agar Kami dapat menunjukan kepadanya beberapa Tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat (segala sesuatu).” (QS Al Isra’/ Bani Israel, 17:1)

“Dari Jabir bin Abdullah yang mendengar Rasulullah bersabda: Saat orang-orang Quraisy tidak mempercayaiku (cerita perjalanan malamku), aku berdiri di Hijr dan Allah memperlihatkan Jerusalem di hadapanku, dan aku mulai menjelaskan kepada mereka sambil aku melihat padanya (Jerusalem yang diperlihatkan oleh Allah).” (Sahih Bukhari)

Masjisil Aqsho adalah tempat suci sebagaimana Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah dimana disyariatkan bagi umat Islam untuk berziarah:
“Dari Abu Hurairah: Nabi SAW bersabda: Janganlah kalian melakukan perjalanan ziarah (suci) kecuali menuju tiga masjid: al-Masjid al-Haram (di Mekah), Masjid Nabawi (di Madinah), dan Masjid al-Aqsa (di Jerusalem).” (Sahih Bukhari).

“Dari Maimunah bin Sa’ad: Aku berkata: Rasul Allah, katakanlah kepada kami keputusan yang sah tentang (mengunjungi) Baitul Maqdis (Jerusalem), Rasulullah bersabda: Pergi dan berdoala h di sana (Ziarah). (Tetapi) semua kota pada suatu waktu nanti akan dipengaruhi oleh perang. (Jadi dia menambahkan) Jika kalian tidak dapat mengunjunginya dan berdoa di sana, maka kirimlah beberapa minyak untuk digunakan dalam menyalakan lampu (kirimlah dukungan).” (HR Abu Dawud)

Jika Dr. Pipes mengetahui bahwa Alqur’an yang menyatakan bahwa Tanah Suci pernah diberikan kepada umat Yahudi (dan tidak mungkin dia tidak mengetahuinya), dia seharusnya bertanya: Kebenaran apa yang dilakukan umat Muslim sehingga bisa mengambil alih hak milik umat Yahudi pada Tanah Suci (dan Kota Suci Jerusalem sebagai pusatnya) yang Allah dahulu pernah memberinya kepada mereka (umat Yahudi)? Alasan Dr. Pipes  tidak melakukannya adalah karena hal itu akan membuka “Kotak Pandora”. Pertama, dia tidak ingin mengarahkan perhatian pada Alqur’an, terutama jika berkaitan dengan hubungan antara umat Yahudi dengan Tanah Suci. Kedua, jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada ayat lain dalam al-Qur’an saat Allah mengingatkan bahwa hak umat Yahudi memiliki Jerusalem dan Tanah Suci ‘bersyarat’ iman, berlaku adil dan beramal saleh. Iman, tentu saja, berarti ketaatan dengan penuh keyakinan pada agama Ibrahim. (QS Al Anbiya’ 21:105). Kaum yang lemah lembut seperti yg disebutkan dalam kitab Matius 5:5 “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi Bumi (Tanah Suci).”

Sekitar 600 tahun setelah pengusiran terakhir umat Yahudi dari Tanah Suci, Allah SWT memberikan kepada umat Muslim hak untuk memiliki Tanah itu saat pasukan Muslim manaklukannya dan Khalifah Umar RA secara pribadi diminta untuk memegang kunci gerbang kota. Pada hari itu pernyataan dalam al-Qur’an terwujud:

“Dan Dialah yang menjadikan kalian penguasa-penguasa di Tanah (Suci) dan Dia meninggikan sebagian kalian atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk menguji kalian tentang apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’am, 6:165)

Allah SWT menetapkan bahwa umat Islam berhak mewarisi Tanah Suci. Dengan demikian, Kebenaran menang atas kebatilan. Saat mereka menguasai Tanah Suci mereka terus berkuasa di sana selama lebih dari seribu dua ratus tahun (bukan dalam waktu singkat). Itu adalah tanda yang jelas dari langit bahwa Tuhan mengijinkan umat Islam menguasai Tanah Suci! Sarjana-sarjana Yahudi harus menerima penjelasan tentang pemerintahan umat Muslim di Tanah Suci selama seribu dua ratus tahun itu, yakni: Pemerintahan umat Muslim bersifat adil, berlemah-lembut pada penduduk kota dan takut pada Tuhan.

Saya berharap ayat berikut akan menginspirasi umat Islam Palestina yg tertindas di negri mereka sendiri  (hingga tersisa hanya West Bank dan Gaza) bahwa Allah menjanjikan kemenangan baginya. Mereka telah diperlakukan tak adil oleh penguasa semena-mena Israel sebagaimana Yahudi dulu di diperlakukan tak adil oleh Fir’aun di Tanah Sudi Jerusalem.

“Dan Kami Wariskan kepada kaum yang tertindas itu bagian Timur dan Barat dari Tanah (Suci) yang Kami berkahi. Dan (dengan demikian) janji yang adil dari Tuhanmu kepada Bani Israel telah ditepati, karena mereka memiliki kesabaran dan tetap tabah dalam kesengsaraan. Sedangkan Kami Hancurkan semua yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan semua yang telah mereka bangun (dengan kesombongan).” ( QS Al ‘Araf, 7:137)

Friday, June 20, 2014

Jerusalem in The Qur'an - Bab 2

Bab Dua Misteri Jerusalem ‘Kota’ dalam Alqur’an

Nama Jerusalem sendiri tidak disebutkan secara jelas di Alqur’an. Ada semacam selubung rahasia berkenaan takdir nasib Jerusalem dan keadaan hari akhir yang hanya bisa diketahui dengan pasti pada saatnya nanti. Hampir tidak ada literatur Islam klasik yang membahas Jerusalem meskipun ia mempunyai kedudukan penting dalam dunia Islam. Jerusalem tak terusik sampai pada saatnya nanti Jerusalem akan menjadi titik sentral perhatian karena ia akan memainkan perannya yang menentukan sejarah perjalanan umat manusia dan dunia.

Hanya yang mempunyai pemahaman mendalam akan pengertian Alqur’an dan sunnah serta hati  yang jernih yang bisa melihat tanda-tanda rahasia ini. Tanda-tanda akhir zaman tidak bisa hanya dilihat secara kasat mata tetapi juga digunakan hati nurani yang bersih. Umat manusia banyak yang tertipu oleh Masih Ad Dajjal yang menyatakan diri sebagai pemimpin dunia yang diturunkan oleh Tuhan di bumi seperti yang telah Allah janjikan untuk memimpin dunia menuju zaman keemasan. Masih Ad Dajjal yang bermata satu. Mata yang hanya melihat dunia yang tampak. Dunia realitas, materialistis dan mengabaikan penampakan immaterial, nilai-nilai yang hanya bisa dilihat dengan kacamata hati dan keimanan. 

Saat umat Yahudi menolak Isa AS sebagai al Masih lalu membuat makar untuk membunuhnya (QS. An Nisa, 4:157), mereka tetap menunggu dengan yakin kedatangan al Masih (lain) yang dijanjikan. Menurut paham yahudi kedatangan Al Masih akan membawa masa keemasan bangsa yahudi dengan ciri-ciri:
  • Tanah Suci akan dibebaskan dari kekuasaan kaum kafir, 
  • setelah pengasingan, umat Yahudi akan kembali ke Tanah Suci untuk menguasainya lagi 
  • Negara yahudi / Israel akan direstorasi,
  • Tempat  ibadah akan didirikan kembali untuk penyembahan (umat Yahudi) pada Tuhan-nya Ibrahim, 
  • Israel pada akhirnya akan menjadi Negara Penguasa di dunia seperti pada era kejayaan Nabi Daud As dan Sulaiman AS,
  • Raja Yahudi, yang akan menjadi al Masih, akan memerintah dunia dari tahta Nabi Daud AS, dan akhirnya kekuasaannya akan abadi sampai akhir zaman.

Bagaimana keadaan atau kejadian saat ini kemudian membuktikan klaim bangsa yahudi tersebut:
  • Tanah suci dibebaskan dari kaum kafir yang menurut yahudi adalah berhasilnya Jenderal Inggris, Allenby, menaklukan Jerusalem pada 1917 kemudian disusul pendudukan zionis israel mengusir penduduk muslim Palestina. 
  • Yahudi eropa berbondong bondong menuju ‘tanah yang dijanjikan’ dengan gerakan zionisme.
  • Negara yahudi ‘direstorasi’ pada tahun 1948 mencaplok tanah Palestina 
  • Prediksi kehancuran Masjid al-Aqsa dan pembangunan Tempat Ibadah Yahudi di lokasi tersebut akan menjadi kenyataan. Nabi Natan pernah menyatakan: “AlMasih akan membangun Rumah untuk Tuhan.” (I Tawarikh, [I Chronicles], 17:11-15), dijadikan dalil untuk menghancurkan Masjid Al Aqsa yang ada sekarang. 
  • Negara Israel yang bersenjatakan nuklir akan menguasai dunia dengan prediksi runtuhnya Amerika Serikat bersamaan runtuhnya dolar / ekonominya. Israel akan meluaskan pengaruhnya sampai bisa menguasai wilayah yg mereka sebut birobidzhan, daerah di antara dua sungai, sungai Nil di Mesir dan Eufrat di Irak. Euro-Israel pada akhirnya akan lepas dari ketergantungannya, yang pertama pada Inggris dan kemudian pada Amerika Serikat. Negara Euro-Yahudi pada akhirnya akan menggantikan Amerika Serikat dan Inggris sebagai Negara Adidaya secara militer dan finansial di dunia.

Menurut buku ini tentu hal yang terjadi di atas hanya bisa terjadi dengan adanya Dajjal. Maka keberhasilan yahudi membangun kembali kerajaan Sulaiman di Jerusalem pastilah merupakan tipudaya Dajjal. Tipudaya terbesar yang pernah umat manusia alami. Imam Mahdi yang memerintah dunia dengan adil belum muncul. Yang ada malah pemerintahan israel yang didirikan diatas ketidak adilan terhadap penduduk jerusalem. Negara sekular yang didirikan dengan teror, apartheit dan etnic cleansing jelas jauh dari pemenuhan janji firman Allah.

Alqur’an menggunakan kata Kota untuk menunjukkan kota suci Jerusalem seperti pada ayat berikut
“Dan (ingatlah) ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israel), “Tinggallah di ‘Kota’ ini saja (Baitul Maqdis yakni Jerusalem) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki. Dan katakanlah kata rendah hati dan masukilah pintu gerbangnya dengan berendah hati…” (QS. Al A’raf, 7:161)

Misteri Jerusalem dalam Alqur’an dapat kita kuak dengan mencari kata lain yg semakna yang digunakan oleh Alqur’an yg menunjukkan Jerusalem. Kota ‘Jerusalem’ semakna dengan ‘Tanah Suci’ Al Ardhul Muqoddas (QS Al Anbiyah, 21:95-96), dimana Bani Israel akan membuat fasad (kejahatan yang merusak) di Tanah Suci dua kali.
“Dan Kami sampaikan peringatan kepada Bani Israel dalam Kitab (Alqur’an) bahwa mereka akan melakukan Fasad (kerusakan) dua kali di ‘Bumi’ dan berbangga diri dengan kesombongan yang besar (dan dua kali mereka akan dihancurkan)!”(QS Bani Israel, 17: 4)

Dan telah ada larangan pada (penduduk) ‘Kota’ (Qaryah) yang telah Kami hancurkan, bahwa mereka (penduduk kota itu ) tidak akan kembali (untuk memiliki Kota mereka lagi). Hingga apabila Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan dan (kemudian) mereka turun berkerumun dengan cepat dari setiap ketinggian (menyebar ke segala arah).” (QS. Al Anbiya’ 21:95-96)

Kita bisa temukan pula bahwa Alqur’an menggunakan kata sederhana Al Ardh (‘Bumi itu’) yg dapat kita pahami sebagai  ‘Tanah Suci’ seperti pada ayat:
“Dan sungguh, telah Kami Tulis dalam Zabur setelah Al-Zikr (Taurat yang diberikan pada Musa); ‘Bumi itu’ akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shaleh!”(QS Al Anbiya, 21:105)

Ayat di atas juga dapat dijadikan dasar bahwa syarat ‘pewaris syah’ bumi suci itu adalah para hambaKu yg shaleh. Bukan sekedar suatu kaum keturunan tertentu, seperti klaim yahudi.
Klaim yahudi sebagai manusia pilihan, ras unggul, membuat bangsa yahudi menjadi sombong dan semena-mena terhadap kaum lain (QS Bani Israel, 17: 4). Karakter kaum semitis inilah yang membuat bangsa lain menjadi benci. Seperti bangsa Aria Jerman yang uber ales tentu sangat benci dan berusaha menantang atau bahkan mengalahkan kalau perlu menghapus keberadaan bangsa semit. Dan terjadilah holocaust di bawah kepemimpinan ultra nasionalis Hitler.

Karakter ini pula yang membuat yahudi begitu kejam dan semena-mena terhadap bangsa Palestina.
“Dan ketika Janji telah dipenuhi terhadap mereka (Bani Israel), Kami akan memunculkan Binatang Buas dari ‘Tanah’ untuk mereka (Bani Israel). Dia akan berbicara kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia tidak meyakini dengan keyakinan yang pasti terhadap Tanda-tanda Kami.” (QS An Naml, 27:82)

‘Binatang Buas dari Bumi’ atau ‘Tanah’ adalah, seperti Dajjal dan Ya’juj-Ma’juj, merupakan tanda-tanda besar Zaman Akhir. Jelas bahwa kata ‘Tanah’ atau ‘Bumi’ dengan menunjuk Binatang Buas tidak lain adalah ‘Tanah Suci’.

Dengan begitu, ketika Allah siap memulai hukuman-Nya kepada umat Yahudi, Dia mengangkat seekor ‘Binatang Buas’ di ‘Tanah Suci’. ‘Binatang Buas’ ini tidak lain adalah Negara Yahudi Israel. Negara yang dibangun dengan pondasi teror dan pembantaian bangsa Palestina seperti cita-cita pendiri zionis Hertzel. Negara yg dijaga tentara Mossad dengan semboyan pada logonya ‘By the way of deception, thou shalt do war’. Negara yang dilindungi dengan tembok tinggi disekelilingnya. Negara yang mempunyai keintelekan tinggi tapi digunakan untuk membuat standar ganda. Negara terbanyak mendapat resolusi dari PBB karena melanggar aturan hubungan internasional namun diveto oleh USA.

Sungguh Allah memilih tanah suci tidak lain adalah untuk menguji umat manusia. Bahwa yang berhak atas tanah suci itu adalah hamba-hambanya yang beriman dan beramal shaleh. Apakah ia yahudi, nasrani atau muslim ia akan mendapat kesempatan/ujian yang sama. Yang benar akan bertahan sedang yang batil akan terusir. Kesalehan, kebajikan, ketaatan, dan ketundukan pada Allah Maha Tinggi merupakan inti utama dari ‘kebenaran’ yang dibawa Ibrahim AS. Apakah ‘kebenaran’ itu ada pada Kristen, Yahudi, atau Islam? Jerusalem siap menjawab pertanyan tersebut! Adalah takdir Jerusalem untuk mengesahkan ‘kebenaran’. Dan hal itu tentu menjadi inti utama dari buku ini.