Monday, May 01, 2006

Halal haram makanan kita (1)

ArtImage by Aris
Menurut satu hadits perut adalah pintu masuk penyakit. Masuk di nalar karena asupan paling besar yang masuk ke tubuh adalah lewat makanan yang dimakan. Masuk dinalar pula jika lantas Islam mengatur masalah makanan yang pantas dikonsumsi. Alquran menyebutkan makanalah makanan yang halalan thoyyiban. Dua kriteria ini sungguh penting. Islam tidak menghalalkan kecuali yang baik-baik dan mengharamkan kecuali yang buruk.

Dalam kaidah ushul fiqh yang anak pesantren pelajari ada beberapa kaidah tentang penetapan halal dan haram. Kaidah pertama, segala bentuk peribadatan adalah haram kecuali jika ada perintah dari Allah. Inilah esensi La ilaaha illallah. Kalau beribadah atau menyembah selain Allah namanya kafir. Kalau beribadah kepada Allah tapi juga masih klenik berarti syirik. Kalau ibadah dengan cara ngawur namanya bid’ah. Semuanya tertolak dan haram hukumnya.

Kaidah kedua, segala bentuk muamalah (salah satunya tentang makanan) adalah boleh/mubah/halal kecuali Allah menetapkannya haram. Jadi pada dasarnya segala jenis makanan itu halal kecuali yang disebutkan keharamannya. Bayangkan jika harus menyebutkan makanan halal satu persatu. Pasti ajaran Islam bakal penuh daftar menu makanan. Tapi dasar watak manusia yang rakus. Begitu banyak makanan halal masih juga cari-cari yang haram.

Kriteria Haram

Menurutku ada setidaknya empat kriteria haramnya makanan:
1. Haram karena substansi bendanya memang ditetapkan haram.
2. Haram karena cara mendapatkannya haram.
3. Haram karena jika mengkonsumsinya membawa madhorot.
4. Haram karena cara mengkonsumsinya batil.

Yang termasuk kriteria haram karena subtansi adalah daging babi, darah, bangkai, khamer, daging hewan yang disembelih bukan dengan nama Allah. Memang sih masih ada saja yang mencoba mencari-cari alasan untuk menghalalkannya. Misalnya ada yang menghalalkan babi hutan. Sebab babi hutan beda dengan babi peliharaan yang diharamkan. Ada juga yang mencari-cari alasan lebih canggih. Mereka mengajukan pertanyaan, babi yang diharamkan itu species yang mana? Kan banyak species babi. Babi yang diharamkan itu species babi yang di arab sana. Sedang species babi di Afrika atau Asia pasti lain. Jadi species seperti babi hutan itu tidak haram.

Menurutku ini lucu-lucuan. Melintir nalar dengan alasan yang dicari-cari. Karena esensinya babi jadi haram. Sedangkan kalau kemudian ada makhluk laut dinamai babi laut karena bentuknya mirip babi, maka kubilang halal. Sebab esensinya memang bukan babi. Ini mirip dengan pemberian nama yang bermacam-macam untuk khamer. Entah wiskey, vodka, martini, scotch, ciu atau bir bintang. Semua haram.

Haram karena cara mendapatkannya melawan syar’i

Contoh kriteria haram kedua tidak terlihat pada makanan. Ini karena keharamnya tidak langsung pada makanannya. Misalnya daging ayam yang disembelih dengan syariat Islam adalah halal. Tapi jika ayamnya adalah ayam curian maka statusnya jadi haram. Juga makanan yang dibeli dengan uang korupsi juga haram. Jadi para koruptor itu sebenarnya memberi makan keluarganya dengan makanan haram.

Daging sapi glonggong juga haram meskipun disembelih dengan membaca bismillah. Perlakuan sadis pada hewan saat akan menyembelih jadi penyebab keharaman. Apalagi ada unsur penipuan berat timbangan pada sapi glonggong yang klenger karena dicekoki air (lihat posting sebelumnya tentang sapi glonggong). Kasusnya agak mirip para penyayang binatang di AS yang protes pada KFC karena perlakuan buruk pada ayam. Pamela Anderson termasuk salah satu aktifis yang menyerukan pemboikotan ayam goreng KFC. Meskipun demikian aku sih tidak setuju dengan Pamela untuk jadi vegetarian dengan mengharamkan segala jenis daging.

Produk-produk yang dihasilkan suatu perusahaan yang tidak perduli pada kesejahteraan buruh juga bisa digolongkan haram. Haram karena produk itu dihasilkan dengan memeras keringat buruh untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan mengabaikan hak-hak buruh. Di sini keharaman terjadi karena membeli produk itu berarti melanggengkan ketidakadilan.

Air mineral yang diproduksi dengan mengabaikan kelangsungan lingkungan juga haram. Hasil dari riba juga haram. Daging gajah sumatra adalah haram. Bukan karena cara membunuhnya tidak dengan disembelih tapi diburu dan ditembak. Bukan. Tapi karena gajah liar sumatra saat ini hewan yang hampir punah. Membunuhi gajah jelas mempercepat kepunahannya. Kita akan kehilangan spesies gajah buat diwariskan kegenerasi mendatang. Ini kedholiman. Apalagi jika membunuhi gajah hanya untuk diambil gadingnya dan sedikit daging belalainya. Walah…

Demikian pula status daging semua hewan yang hampir punah. Kancil, tapir, badak, siamang, orangutan, banteng jawa juga kakak tua hitam, status dagingnya haram. Kecuali jika kita bisa menternakkan atau mengkloningnya sehingga tidak lagi terancam punah maka statusnya bisa kembali halal.

Haram karena menyebabkan madhorot

Makanan dan minuman bisa jadi haram karena mengkonsumsinya membawa madhorot.
Baigon itu haram diminum karena bisa bikin klenger. Narkoba juga haram. Selain harganya mahal, dan bikin kecanduan dan yang terutama karena merusak badan. Otak jadi tumpul dan hati jadi rusak. Juga udang yang halal akan menjadi haram bagi orang yang habis memakannya jadi jontor, demam, gatal-gatal dan bengkak sekujur tubuh karena alergi.

Jadi kalau kemudian rokok juga haram menurut Ust Muin, saya setuju. Kata dokter rokok jelas-jelas merugikan kesehatan. Kanker, sesak nafas, keriput, hitamnya gigi, paru-paru menghitam juga inpotensi adalah daftar awal penyakit akibat rokok. Apalagi merokok juga merugikan lingkungan sekitar. Perokok pasif yang tidak merokok tetapi ikut kena kebul rokok bisa beresiko lebih lebih besar dari perokoknya sendiri. Ini mendolimi orang lain. Bayangkan bayi yang ikut jadi korban karena sang bapak biasa merokok di depan istri yang hamil. Bayi bisa lahir prematur, kurang berat badan, degradasi mental dan lahir cacat karena ibu atau bapaknya merokok. Dengan segunung madhorot maka tak ada dalilnya rokok jadi halal.

Cara mengkonsumsi yang bikin haram makanan

Haram kriteria keempat karena cara mengkonsumsinya batil agak ganjil contohnya. Misalkan saja aku punya kambing dan kusembelih dengan syariat Islam. Ketika sudah dimasak mestinya daging ini halal buat sekeluarga. Tapi jika saat itu ternyata tetangga sekeliling rumah pada kelaparan karena musibah atau paceklik. Dan daging kambing kumakan sendiri tanpa perduli tetangga yang kelaparan maka statusnya jadi haram.

Sebuah pesta yang diselenggarakan dengan hidangan teramat mewah. Misalnya dihidangkan kaviar Rusia yang persendoknya seharga ratusan ribu. Atau disuguhkan coklat impor made in paris yang sekotaknya berharga 200 USD. Maka hidangan dengan menghabiskan uang ratusan juta rupiah (apalagi sampai milyaran) ini jadi haram. Ini melecehkan para mustadafin yang karena kondisi perekonomian buruk untuk mendapatkan setengah juta saja mesti setahun banting tulang. Sampai-sampai makan sekeluarga tiap harinya harus ngutang.

Boikot, makanan jadi haram

Ada satu lagi kriteria yang kuusulkan. Yaitu haram karena membeli makanannya berarti mendukung musuh-musuh Islam. Kasus pemboikotan produk-produk Yahudi internasional karena dukungannya atas pendudukan Israel di Palestina. Danone, KFC dan McD adalah contoh perusahaan internasional yang mendapat penghargaan Jubilee Award dari PM Israel atas bantuan perekonomian bagi langgengnya negara Yahudi itu. Jadi meskipun mereka mendaptkan sertifikasi halal dari MUI bagiku haram. Pemboikotan produk Denmark karena kasus pelecehan Rasulullah dengan kartun di Jilander Posten juga berarti mengharamkan semua produk makanan dari Denmark atau negara eropa lain yang mendukungnya. Boikot mereka berarti pengharaman yang tepat.

Yang pasti kewenangan penetapan halal dan haram hanyalah milik Allah. Sampaipun Rasulullah mendapat teguran ketika mengharamkan sesuatu baginya atas padahal mestinya halal. Apalagi kita secara serampangan menghalalkan atau mengharamkan makanan tanpa dalil kecuali menurutkan hawa nafsu. Nafsu perut yang sulit dikendalikan. Kalau mengingat ini kita mestinya bersyukur karena Allah menganugrahi kita dengan puasa. Puasa adalah terapi buat manusia agar mampu mengendalikan nafsu perutnya.

Demikin halal haram makanan yang kuyakini. Jika ada pendapatku yang keliru aku tidak hanya mohon maaf tapi mohon diperbaiki. Waallahu a’lamu bishowab.

Tuesday, April 25, 2006

Aku Melawan Virus

Image hosting by Photobucket


Ini perkara virus. Bukan virus flu burung tapi virus komputer. Tak dapat dibantah bahwa virus sungguh menjengkelkan. Tak banyak yang dapat kuperbuat untuk menyingkirkan virus akhir-akhir ini. Sebetulnya sih sudah banyak yang kuusahakan, tapi tak berdaya. Sang virus tetap bercokol. Bayangkan aku yang sudah berpengalaman lama berperang melawan virus, tetapi selalu saja kalah dengan virus terbaru. Tak sedikit korban berjatuhan. Waktu kuliah dulu virus CIH32 sempat bikin hardiskku hancur. Hampir saja aku ndak jadi lulus sebab seluruh data skripsiku ikut leyap tak bersisa. Terpaksa aku ketik ulang dari awal sambil menyisipkan mangkel di tiap lembarnya. Kali ini di kantorku berkembang virus yang lebih bervariasi. Menjangkiti koleksi doc file, file kerjaanku sampai yang paling menjengkelkan tentunya menghabiskan waktu luangku.

Sudah kucoba instal macem-macem anti virus. Mc Afee lumayan bisa mendeteksi virus. Tapi masih sering gagal menghapusnya. Norton lebih kuat. Cuma butuh serources lebih banyak. Banyak virus dibantai oleh Norton Anti Virus (NAV). Di komputer lamaku, Norton adalah dewa penunggu virus. Sayangnya hampir semua virus lokal belum tertangani anti virus asing. Di akhir 2005 sampai menjelang Januari 2006 wabah Brontok virus meraja lela. Pembuatnya mendedikasi untuk keperdulian terhadap elang brontok yang hampir punah di Indonesia. Beberapa kata slogan anti korupsi dan KKN juga disisipkan. Tapi yang namanya virus tetap virus. Menjengkelkan!

Untungnya ada anti virus lokal yang bisa menangani. Brontok Killer buatan Cah Tingkir cukup melegakan karna sanggup memberantas brontok yang sedang beraksi. Antivirus gratisan bikinan anak negri sungguh antidote dari maraknya virus lokal. Tapi tetap saja butuh kerja keras untuk menghapusi sisa peninggalan virus secara manual. Kalau tidak dibersihkan secara tuntas virus brontok bisa beraksi lagi.

Terakhir aku coba menginstal avast. Avast anti virus menemukan Iexplore.exe juga kena Trojan/worm virus. Tapi karena Iexplore.exe pastinya sedang jalan jika windows jalan maka Avast juga gagal merepairnya. Terpaksa aku ngalah dengan luapan benci.

Menurut Norman Anti Virus yang terinstall di komputer kantor, file dkernel.exe kena virus W32/Decoy.A. Aku dah tahu itu. Cuma dulu ndak kenal nama virusnya. Habisnya file virus udah kuhapus tapi tetap muncul lagi. Tapi setelah windows di jalankan dengan mode SaveMode trus dihapus file virusnya hilang. Sekarang komputernya agak mendingan. Sudah tidak ada file virus yang tiba-tiba muncul di My Documents.

Kabarnya virus brontok sudah bermutasi. Dari brontok.e dan brontok.n sampai varian brontok AA. Hebat bener virus ini. Antivirus yang disarankan NOD 32 yang dapat di download di www.eset.com, tinggal tentuin OS yang kita pakai, abis install langsung Update NOD nya. Untungnya komputerku tidak pernah kena lagi. Hanya saja jaringan LAN Assalaam masih bervirus. Kalau disharing full pasti komputerku bakal terjangkit. Aku cuma bisa kasih himbauan ke Pak Qowi. Satu-satunya admin LAN Assalaam yang paling qowi (perkasa?)...

Membaca dan Menulis Itu Satu Paket

Nasehat dari Pakar Menulis Hernowo Hasyim
Aris artImage


Begitu dapat alamat mailboxnya Pak Hernowo di hernowo@mizanlc.com maka saya coba kirim email. Tentu kulayangkan sedikit curhat dan minta agar dapat saran atau bimbingan. Khan hebat kalau langsung dapat bimbingan dari Sang Maestro Menulis. Bayangkan hingga pertengahan tahun 2005 saja, Pak Hernowo sudah menerbitkan 24 buku. Dalam 3 tahun saja, Beliau dapat membuat 17 buku! Buku terbarunya Mengikat Makna Sehari-hari: Bagaimana Mengubah Beban Membaca dan Menulis Menjadi Kegiatan yang Ringan-Mengasyikkan (MLC, 2005) udah kubeli. Sungguh saya pingin bisa dapat siraman spirit dari Beliau. Kadang-kadang terlintas pula keinginan menjadi seperti Beliau.

Jawaban email yang saya terima ternyata mengandung nasehat yang dahsyat! Kata Beliau ‘Membaca dan menulis itu satu paket!’ Wah, kayaknya saran ini memukul kesadaran saya. Dalam banyak hal, saya suka pilih-pilih, dan tidak terlalu suka jika tak ada pilihan lain. Pinginnya ada banyak pilihan yang bisa saya pilih sesuka hati. Kalau tidak maka saya sering merekayasa sedemikian hingga jadi ada pilihan lain. Sayangnya ketika ada pilihan membaca dan menulis, saya pilih membacanya saja. Menulisnya tidak.

Saran berikutnya adalah agar saya mengikat makna sehari-hari. Beliau menyarankan saya baca buku Mengikat Makna Sehari-hari. Saran ini juga bisa dimaknai bahwa: Menulis sehari-hari sepaket dengan membaca sehari-hari. Segera menulis setelah membaca buku. Ini juga rada repot. Kalau menulis dari membaca buku, seringkali saya langsung ngutip persis sama dengan yang ada di buku. Rasanya kok ndak ada bedanya. Njiplak atau plagiat tulisan orang. Akhirnya aku bikin metode sendiri: Mengikat makna cara copy-paste yang lebih fun. Baca saja artikelnya di situs ini di bawah.

Yang menjadi kendala psikologis adalah jika tulisan saya nantinya dibaca orang. Perasaan tak ada ide orisinil, compang-camping dan jadi nggak PD. Dengan latar belakang budaya Jawa saya yang penuh basa-basi dan ‘alusan’, segala sesuatu yang bersifat pribadi itu dipendam. Semakin beratlah menuangkan gagasan lewat tulisan. Sayangnya jika aku sudah banyak baca buku dan tidak bisa nulis satu bukupun ini seperti beli komputer tapi tidak pakai printer.

Meskipun demikian, saya tetap akan menyampaikan banyak terima kasih atas dorongan semangatnya. Jelas mendapat dorongan menulis dari pakar menulis sangat berarti bagi saya. Buat Pak Hernowo sekali lagi, trims ya...

  
Aku juga mau kasih semangat ke Ais ahh...

Alif yang super aktif


  
Solo Book Fair April 2006

Pada pameran buku yang diadakan di Diamon Convention Hall kali ini benar-benar menguras energi emosionalku. Aku tidak terlalu berharap bisa menikmati pameran karena kuajak istri dan dua anakku. Tapi pameran yang berlokasi ditempat yang megah itu kali ini tidak mampu membuatku puas. Betapa tidak, anakku Alif begitu aktif dan ‘nakal’. Kalau meminjam iklan rinso, Alif memang super aktif. Itu sangat menganggu. Lari kesana kemari dengan wajah ceria sungguh menyenangkan. Tetapi ditengah jajaran pajangan buku yang teratur rapi, ia jadi monster cilik pengobrak-abrik buku.

Saat kemudian kucoba menangkap tangan, melerai dan menghentikan aksinya, Alifku tidak pernah menyerah. Mberot. Energinya terus saja membuncah untuk terus meronta dan terus menjelajah dan mengganggu buku pajangan. Tangannya yang selalu terjulur kalau melihat pajangan yang menarik. Tampangnya yang inosen dan imut bikin semua pandangan memperhatikannya. Berkali-kali aku harus memunguti buku yang berceceran dan meminta maaf pada penjaga stan. Tapi Alif tampak begitu menikmati dan tak ada guratan rasa bersalah di wajahnya.

Saat melewati stan buku berbahasa Inggris, perhatianku tersedot. Buku-bukunya berbandrol selangit. Satu buku tebal hard cover yang kuraih berlabel 300ribu. Ada banyak buku referensi hebat. Ada soal matematika olimpiade, ada buku marketing internasional, ada pengolahan image, ada dechiper dan craker encripted data, ada buku tentang perguruan tinggi rekomendasi dari universitas Amerika sana. Yang menarik lagi ada buku berjudul The Sword of Muhammad. Buku ini ditulis oleh orang amerika setelah peristiwa 11 September yang berisi pandangan bagaimana pengaruh Nabi Muhammad dalam menginspirasi umat islam dalam hal jihad dari dulu sampai sekarang. Sayang Alif yang ikut malah menemukan steker listrik nganggur yang menggoda untuk dibuat mainan. Wah aku jadi kalut jika Alif sudah mulai main listrik.

Sebenarnya aku ingin mencari buku Seni Mengukir Kata, buku loak bermutu dan buku referensi tentang perencanaan. Buku Seni Mengukir Kata sudah aku baca resensinya. Menarik karna ada tips untuk mereka yang ingin membuat skripsi atau thesis dengan pendekatan yang lebih fun. Untuk buku loak dulu pada Islamic Book Fair aku pernah beli bukunya Jack Trout yang harganya cuma 15 ribu. Kalau harga asli di Gramedia mungkin sampai 35 ribuan. Buku loak MegaTrendnya Naisbitt yang asli bahasa Inggris juga Cuma 20 ribu. Padahal tebel dan kalau lihat harga aslinya bisa 40 dolar. Buku seperti ini jadi target prioritas sesuai kantong tipisku.

Sayang semua buku yang kucari belum sempat kudapatkan. Hanya dua buku yang benar-benar kutargetkan terbeli. Buku 204 Praktikum Menakjubkan buat referensi Triple I dan buku Pengembangan Kurikulum buat referensi Litbang. Satu lagi buku kamus bahasa arab bergambar kubeli sebab buku yang sama milikku lama kucar-cari tidak ketemu. Hanya saja kali ini bukunya beda dan agak murah karena versinya tidak berwarna. Sedangkan buku tentang perencanaan ada sebuah paket berisi tiga buku. Bukunya keren dan cukup tebal dengan harga sekitar 200 ribuan. Melihat harganya aku jelas mikir-mikir dulu. Akhirnya istriku beliin Alif dua buku Franklin. Koleksi buku Franklin Alif jadi tiga buah. Saat kemudian istriku membisikan kata, “Alif mau pipis ya?” Aku langsung sigap menggendong Alif ke kamar kecil. Aku baru sadar kalau sejak masuk ruang pameran berAC dingin harusnya segera bawa Alif ke kamar kecil. Kalau sambil menahan pipis maka yang terjadi Alif jadi super aktif sebagai konpensasinya. Afwan ya Lif, Abi kurang perhatian. Terlalu memperhatikan pajangan buku-buku yang menggoda jadi lupa.

Monday, April 24, 2006

Mengikat makna cara fun



  

Saya mau mengikat makna model yang lebih fun. Mungkin ini jadi tidak sebermutu mengikat makna dengan metodenya Hernowo. Tapi buat pemula seperti saya maka yang mudah pasti lebih menarik. Caranya adalah begini. Pertama saya harus siapkan file kosong tempat nantinya akan saya isi tulisan. Lalu tulisannya bisa saya dapatkan lewat copy paste artikel lain kemudian baru diedit.

Yap! Copy paste adalah fasilitas yang menurut saya paling canggih dalam melipat gandakan tulisan. Tapi paling tidak orisinil. Bagi orang peduli HAKI bakal mencak-mencak. Apalagi jika sumber tulisan tidak disebut-sebut. Resikonya memang bisa dicap plagiator, ndak kreatif and malas berfikir. Atau menurut istilah kasar yang dipakai R. Toto Sugiharto: penulis Tukang Oplos atau Intektual Gadungan (Jawa Pos, 15/1). Tapi inilah cara fun yang saya tawarkan. Kalau mau lebih bernilai pribadi silahkan tulisan tadi di edit dan dikomentari. Yang menurutku penting adalah isi teks yang kita copy paste tadi memang benar-benar bernas dan patut disebarkan kepada sebanyak mungkin pembaca. Biarlah itu ide orang lain yang penting aku setuju dengan pendapatnya dan pembaca mengambil hikmah darinya. Bahkan jika yang kuambil adalah ayat Alquran maka aku malah sama sekali tidak berani mengubah barang sehurufpun.

Dengan memanfaatkan fasilitas multi task Windows saya bisa membuka beberapa file sekaligus. Terus dipilih kalimat atau alenia yang cocok dengan tema yang mau kita ikat. Copy terus paste di naskah baru. Baru kemudian diedit habis agar kalimatnya mengalir logis. Ingat jangan sekedar copy paste jika ingin naskahnya enak dibaca. Asal potongan naskah yang dari berbagai sumber dengan sudut pandang beragam dapat membuat kalimat meloncat-loncat tidak karuan. Kasihanilah para pembaca dengan mengedit sebaik-baiknya.

Untuk mendapatkan bahan yang bermutu tentu tidak mudah. Aku biasa menggunakan internet untuk mendapat naskah yang setema. Pakai search engine Yahoo atau Google untukmencari naskah. Dari berbagai naskah yang terkumpul kemudian aku baca dan jika ada tulisan yang menarik baru kujadikan target copy paste. Tak jarang revisi harus dilakukan beberapa kali guna menjamin bahwa isi dari teks memang sesuai dengan tujuan dan keyakinanku. Bahwa kemudian melenceng dari naskah asli ya resiko. Inilah pendapatku bukan pendapat penulis naskah aslinya. Inilah buah mengikat maknaku bukan buah pikir orang lain.

Hasilnya adalah artikel campur aduk sesuai dengan rasa pribadi. Bagi mereka yang tertarik boleh dicoba kok. Gratis tidak usah bayar royalty. Selamat menikmati mengikat makna secara fun metode Aris punya. Wooow...